1.000 pelari ikuti Bank Jateng Friendship Run di Boyolali
1.000 pelari ikuti Bank Jateng Friendship Run di Boyolali
Minggu, 30 Agustus 2026 15:03 WIB
Sebanyak 1.000 pelari mengikuti Bank Jateng Friendship Run di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu pagi (30/8/2026). ANTARA/Aris Wasita
Boyolali (ANTARA) - Sebanyak 1.000 pelari mengikuti Bank Jateng Friendship Run di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu pagi.
“Hari ini kami mengadakan Friendship Run. Jadi, Friendship Run ini adalah untuk mengenalkan masyarakat bahwa kita ada event namanya Bank Jateng Borobudur Marathon yang akan diselenggarakan pada 15 November nanti. Ini adalah rangkaian dari penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno.
“Bank Jateng Friendship Run Boyolali merupakan kota pertama diadakan Fun Run 5 km sebagai pre-event menuju Bank Jateng Borobudur Marathon 2026”
Mengusung semangat Decade of Legacy, fun run sepanjang 5 kilometer ini mempertemukan pelari, komunitas lokal, dan masyarakat.
Ia mengatakan kali ini kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 1.000 peserta. Sesuai jadwal, kegiatan serupa juga akan diselenggarakan di Semarang pada September.
“Tentu saja ini juga bagian kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperingati ulang tahun Provinsi Jawa Tengah ke-81 dengan tema Gumbregut Nyawiji. Ini adalah bentuk dari kita, apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur, Pak Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita bukan Superman, tetapi adalah kita harusnya superteam. Jadi kita berkolaborasi. Gumbregut itu adalah bersemangat, nyawiji kita menyatu,” katanya.
Pada kegiatan tersebut juga dibagikan ribuan porsi makanan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Terkait hal itu, Sumarno mengatakan bahwa penyelenggaraan olahraga di Jawa Tengah tidak hanya bicara soal olahraganya tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Terus juga bicara masalah ekonomi kreatif dan masalah pariwisata. Kami membangun olahraga di Jawa Tengah lebih utama untuk sport tourism,” katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah banyak ditopang dari sektor konsumsi. Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut pihaknya sekaligus mengenalkan sejumlah kuliner khas dari Jawa Tengah, termasuk Boyolali, di antaranya soto dan susu sapi.
“Tentu saja nanti setelah mereka juga mengenal khas, bisa jadi daya tarik mereka untuk bisa berdatangan ke Boyolali,” katanya.
Sementara itu, Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita menyampaikan dukungannya terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya sport tourism Bank Jateng Borobudur Marathon.
“Kami men-support UMKM yang hadir pada kesempatan kali ini, tentu untuk menggerakkan roda perekonomian. Kurang lebih diikuti sepuluh stan UMKM yang kami kurasi secara selektif, utamanya untuk menjamin mutu, kualitas, dan juga kebersihan atau higienisnya,” katanya.
Ia mengatakan untuk UMKM yang terpilih ini disediakan booth secara gratis. Melalui kegiatan itu, pelaku UMKM juga dapat langsung bisa bertemu dengan ribuan masyarakat yang hadir.
“Friendship Run ini pemanasan yang pertama, yang kedua di Semarang 20 September nanti. Tentu UMKM yang dihadirkan juga akan lebih banyak dan lebih beragam mewakili kuliner saat ini di Boyolali dan nanti di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” katanya.
Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo sebagai pihak pelaksana penyelenggara mengatakan Bank Jateng Borobudur Marathon memasuki usia satu dekate. Pihaknya berharap Bank Jateng Borobudur Marathon ke depan bisa mendunia.
Ia mengatakan peserta Bank Jateng Borobudur Marathon tahun ini ditambah dari sebelumnya 11.000 orang menjadi 12.500 orang.
“Tapi pada intinya kami ingin melakukan Borobudur Marathon selalu lebih baik lagi. Tahun ini pesertanya juga ditambah ya. Insya Allah ditambah jadi 12.500 ya, sebelumnya kan 11.000-an,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.