118 mahasiswa baru UMS teken MoU beasiswa, siap berkontribusi bagi kampus dan masyarakat
118 mahasiswa baru UMS teken MoU beasiswa, siap berkontribusi bagi kampus dan masyarakat
Kamis, 13 Agustus 2026 13:09 WIB
Prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Sebanyak 118 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) penerima beasiswa mengikuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS, Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mendukung mahasiswa berprestasi sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk aktif berkontribusi bagi keluarga, universitas, dan masyarakat.
Sebanyak 2.116 mahasiswa tercatat sebagai pelamar beasiswa UMS. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 118 mahasiswa dari 18 provinsi di Indonesia, ada yang dari Aceh sampai Nusa Tenggara Timur dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa dari berbagai program yang disediakan UMS.
Ratusan mahasiswa tersebut terdiri atas penerima Beasiswa Hafidz Al-Qur’an (BHA) sebanyak 31 mahasiswa, Beasiswa Kiai Haji Ahmad Dahlan (BKAD) sebanyak 33 mahasiswa, Beasiswa Prestasi (BP) sebanyak 7 mahasiswa, Beasiswa Tunas Unggul Muhammadiyah dan Daerah (BTUMD) sebanyak 19 mahasiswa, Beasiswa Unggulan UMS (BU-UMS) sebanyak 7 mahasiswa, serta Online Scholarship Competition (OSC) sebanyak 21 mahasiswa.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa. Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa merupakan hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi amanah bagi penerimanya.
Ia menyampaikan dari ribuan mahasiswa yang mendaftar, hanya sebagian yang mendapatkan kesempatan menjadi penerima beasiswa. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada rasa syukur, tetapi mampu meneruskannya melalui berbagai kebaikan dan kontribusi.
“Atas nama universitas kami ucapkan selamat. Dari 2.116 pelamar beasiswa, yang lolos adalah 118 mahasiswa. Tugas kalian adalah menebarkan kebaikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Harun mengingatkan keberhasilan mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa juga tidak terlepas dari dukungan dan doa orang tua. Menurutnya, penerima beasiswa perlu menjaga hubungan baik dengan orang tua sebagai bagian dari bentuk syukur atas kesempatan yang diperoleh.
“Kalian semua menerima beasiswa karena ridha Allah, dan keridhaan Allah datang dari keridhaan orang tua. Maka wajib bagi kalian semua menghormatinya,” jelasnya.
Ia juga menekankan penerima beasiswa harus memiliki komitmen untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi UMS. Penerima beasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
“Penerima beasiswa harus genuine, berkomitmen, dan harus berkontribusi untuk UMS,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Harun juga menyapa mahasiswa baru penerima beasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya UMS untuk membangun lingkungan akademik yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Senada, Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang membidangi pembinaan akademik, mengucapkan selamat kepada seluruh penerima beasiswa. Ia mengingatkan selain penandatanganan MoU, mahasiswa juga akan mengikuti penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen selama menerima beasiswa.
“Pakta integritas tidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” katanya.
Ihwan juga mendorong mahasiswa penerima beasiswa untuk aktif mengembangkan berbagai kemampuan di luar akademik. Keaktifan dalam organisasi, kepanitiaan, seminar, pengembangan life skill, hingga berbagai kegiatan prestasi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa yang utuh.
“Jadilah orang baik, baik secara akademik maupun baik secara karakter,” pesannya.
Ia mengajak mahasiswa untuk mulai menentukan arah pengembangan diri sejak awal perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran mengenai tujuan yang ingin dicapai serta langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.
“Tanamkan pada diri kalian semua pertanyaan, saya harus jadi apa dan bagaimana saya melakukannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menyampaikan UMS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan mahasiswa penerima beasiswa. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya universitas dalam mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki mahasiswa.
“Dari seluruh penerima beasiswa akan terus dipantau oleh universitas untuk mengembangkan talenta-talenta yang ada,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan yang diperoleh mahasiswa dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain memberikan dampak bagi perkembangan diri, mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan kampus, maupun masyarakat.
“Semoga kesempatan ini Anda gunakan sebaik-baiknya. Berilah kontribusi terbaik bagi keluarga, universitas, dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UMS dan mahasiswa penerima beasiswa. Penandatanganan tersebut menjadi simbol dimulainya komitmen mahasiswa dalam menjalankan kewajiban sebagai penerima beasiswa sekaligus kesempatan untuk mengembangkan potensi selama menempuh pendidikan di UMS.
Salah satu penerima Beasiswa Hafidz Al-Qur’an (BHA) Garneta Felicia Furaida, calon mahasiswa Program Studi Keperawatan UMS mengaku senang sekaligus termotivasi setelah dinyatakan sebagai penerima beasiswa.
Menurutnya, beasiswa tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan hasil terbaik selama menjalani perkuliahan di UMS.
“Saya sangat senang menerima beasiswa di UMS ini karena mau meringankan orang tua. Saya juga ingin membanggakan orang tua dengan mendapatkan beasiswa ini. Selain meringankan, saya juga merasa termotivasi untuk lebih berkembang dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.