2 Emiten Saham Ini Jadi Incaran saat Bursa Bergejolak, Net Buy Tembus Rp1,88 Triliun
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB
Jakarta, VIVA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran aksi beli di tengah kejatuhan harga saham perbankan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Meski kedua saham tersebut masih terkunci di batas auto rejection bawah (ARB), nilai pembelian bersih atau net buy tercatat mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga
Data Stockbit Sekuritas menunjukkan, saham BBCA membukukan net buy keseluruhan sebesar Rp994,2 miliar dengan harga rata-rata Rp4.823 per saham. Sementara itu, saham BBRI mencatatkan net buy Rp887,9 miliar dengan harga rata-rata Rp2.468 per saham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aksi pembelian tersebut terjadi ketika tekanan jual masih membayangi saham-saham perbankan besar. Pada sesi II perdagangan sekitar pukul 14.10 WIB, saham BBCA melemah 6,86 persen ke level Rp4.820 per saham, sedangkan BBRI anjlok 6,82 persen ke Rp2.460 per saham. Keduanya menyentuh batas ARB.
Baca Juga
Di sisi lain, nilai transaksi kedua saham terbilang besar. Transaksi saham BBCA telah menembus Rp1,47 triliun, sedangkan nilai transaksi BBRI mencapai Rp1,49 triliun.
Asing Jual BBCA dan BBRI, Aksi Beli Tetap Tebal
Baca Juga
Pergerakan transaksi kedua saham memperlihatkan perbedaan antara aksi investor asing dan akumulasi pembelian secara keseluruhan.
Hingga jeda siang perdagangan, saham BBCA mencatatkan jual bersih asing atau net sell sebesar Rp670,83 miliar. Sementara itu, saham BBRI mengalami jual bersih asing sebesar Rp515,17 miliar.
Di tengah aksi jual asing tersebut, data Stockbit Sekuritas justru memperlihatkan net buy keseluruhan yang besar pada kedua saham. Kondisi ini mengindikasikan adanya pembelian yang menyerap tekanan jual di pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, angka net buy keseluruhan tidak dapat langsung dianggap sebagai nilai pembelian investor domestik semata. Data tersebut mencerminkan akumulasi bersih transaksi yang tercatat, sedangkan identifikasi pembeli domestik secara spesifik memerlukan data investor berdasarkan kategorinya.
Besarnya nilai transaksi BBCA dan BBRI menunjukkan bahwa kedua saham tetap aktif diperdagangkan meskipun harganya tertekan. Aksi beli di tengah penurunan tajam juga menjadi perhatian karena saham-saham perbankan besar dinilai memiliki valuasi yang semakin menarik setelah koreksi.
Halaman Selanjutnya
Valuasi Saham Bank Mendekati Level Krisis