5 Kaisar Romawi Paling Berpengaruh dalam Sejarah Dunia
Liputan6.com, Roma - Kekaisaran Romawi dibentuk oleh beberapa tokoh penting.
Sebagian dari mereka berperan sebagai Kaisar. Contohnya seperti Julius Caesar, seorang jenderal dan diktator yang menjadi fondasi peralihan Roma dari Republik menjadi Kekaisaran.
Selain itu ada Justinian I yang memimpin Kekaisaran Bizantium pada abad ke-6 Masehi dan berperan penting dalam kebangkitan peradaban Romawi setelah masa kejayaannya di masa lalu.
Berikut ini adalah 5 Kaisar Romawi yang membentuk sejarah dunia dikutip dari laman World Atlas pada Jumat (17/7/2026).
Julius Caesar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/939326/original/034738800_1438088419-phobia2nfbca-caesar.jpg)
Perbesar
Beliau lahir dari keluarga bangsawan pada tahun 100 Sebelum Masehi. Di masa awal dewasanya, menjabat bermacam posisi militer dan politik, mengumpulkan kekayaan, pengaruh dan ketenaran yang besar. Puncaknya terjadi ketika Caesar memimpin kampanye untuk merebut Gaul (sekarang adalah Prancis) dari tahun 58 sampai 50 SM. Dengan itu, ia berhasil menjadi gubernur dan bisa dibilang sebagai orang paling berkuasa di Republik Romawi.
Hal ini membuat Senat dan mantan sekutu Caesar seperti Pompey khawatir dan akhirnya memerintahkannya untuk membubarkan pasukannya. Caesar menolak dan menyatakan perang terhadap Senak dengan menyeberangi Sungai Rubicon (perbatasan Roma) bersama pasukannya di tahun 49 SM.
Pompey dan sang Senat pergi menuju Yunani, membuat Caesar mengambil alih Italia. Kemudia ia bergerak ke timur dan menghancurkan pasukan milik Senat dalam Pertempuran Pharsalus, memaksa Pompey untuk melarikan diri ke Mesir. Dengan bantuan pemimpin Mesir pada saat itu Kleopatra, Caesar berhasil mengalahkan pasukan Pompey (Pompey tewas tak lama kedatangannya di Mesir). Di tahun 45 SM, ia menghancurkan sisa-sisa perlawanan dan menjadii penguasa Roma yang mutlak.
Namun, setelah deklarasinya sebagai diktator, Caesar dibunuh pada tahun 44 SM oleh sekelompok senator yang khawatir akan kepemimpinan tirannya. Meskipun mereka berniat untuk menyelamatkan Republik Roma, tapi naasnya Roma kembali terjerumus ke dalam perang saudara yang berakhir dengan Augustus menjadi kaisar pertama Roma.
Augustus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1128214/original/081643200_1454305555-150724_em_richestpeople_caesar1.jpg)
Perbesar
Jika Julius Caesar disebut sebagai kakek dari Kekaisaran Romawi, Augustus adalah sang ayah. Ia lahir dengan nama Gaius Octavius atau Octavian pada 63 SM. Ia menjalin persekutuan bersama Mark Antony dan Marcus Lepidus setelah Caesar tewas. Aliansi yang dinamakan Triumvirate Kedua ini mulai retak ketika Antony menjalin hubungan romantis dan politik dengan Kleopatra.
Octavian berpendapat bahwa Antony telah dirusak oleh “ratu asing” dan tidak setia kepada Roma. Tuduhan ini memuncak pada tahun 31 SM, saat Octavian menghancurkan armada Kleopatra dan Antony. Mereka pun bunuh diri, dan Octavian menjadi pemimpin Roma yang mutlak.
Alih-alih mengaku sebagai diktator, Octavian justru “mengembalikan” kekuasaan kepada Senat di tahun 27 BCE. Sebagai gantinya, ia diberikan kekuatan luar biasa dan juga gelar “Augustus” yang berartikan “yang dihormati” atau “yang dimuliakan.” Dengan digunakannya sandiwara politik ini, Augustus dibebaskan untuk memerintah sesuai keinginannya.
Ia pun membentuk tentara tetap professional dan membayarnya langsung dengan dana dari kas negara. Hal ini memastikan kesetiaan tentara tersebut kepada pemerintah Romawi, bukan kepada para jenderal karismatik seperti Caesar. Augustus juga mempekerjakan ribuan birokrat dan berinvestasi dalam infrastruktur perkotaan dan provinsi. Semua ini membuat negara terpusat dan administratif yang menjadi ciri khas Kekaisaran Romawi.
Diocletian
Ia menjabat dari tahun 284 - 305 Masehi. Ia diingat sebagai penyelamat Roma dari Krisis Abad ke-3, 50 tahun ketidakstabilan politik, bencana ekonomi, dan perang saudara. Diocletian sadar bahwa ukuran kekaisaran tersebut yang menjadi akar permasalahan. Wilayahnya terlalu besar untuk diperintah secara terpusat.
Oleh karena itu, ia menciptakan Tetrarki. Roma dibagi secara administratif menjadi timur dan barat. Masing-masing bagian dipimpin oleh dua kaisar, seorang kaisar senior yang disebut Augustus dan seorang kaisar junior yang disebut Caesar. Walaupun sistem ini runtuuh setelah Diocletian pensiun, sistem ini menetapkan hal baru bagi pembagian kekaisaran. Pembagian ini menjadi permanen hampir 100 tahun kemudian, setelah masa pemerintahan Theodosius I.
Konstantinus Agung
Perbesar
Ia juga merubah roma. Ia melegalkan agama Kristen di tahun 313 M, memeluk agama tersebut, dan menjadi salah satu pelindung gereja terbesar. Tindakannya yang paling terkenal adalah mengadakan Konsili Nicea di tahun 325 M yang membantu menyelesaikan perdebatan penting tentang hakikat Tritunggal Mahakudus.
Di bidang sekuler, ia memindahkan ibu kota Roma ke Konstantinopel. Terletak di Selat Turki yang memisahkan Laut Hitam dari Mediterania dan Eropa dari Asia, kota ini langsung menjadi titik strategis yang sangat penting. Pergeseran kekuasaan dari ibu kota tradisional juga membantu memfasilitasi pembagian kekaisaran pada tahun 395 M.
Justinian I
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299907/original/026633200_1784278322-Mosaic_of_Justinianus_I_-_Basilica_San_Vitale__Ravenna_.jpg)
Perbesar
Walaupun Kekaisaran Romawi Barat runtuh di tahun 476 M, Kekaisaran Romawi Timur bertahan. Kaisar Justinian menjadi peran penting dalam memastikan kekaisaran tersebut tetap menjadi kekuatan utama di tahap dunia.
Dalam pemerintahannya, kekaisaran tersebut merebut kembali sebagian besar wilayah baratnya ketika menaklukkan Afrika Utara dan sebagian Spanyol dan Italia. Meskipun keuntungan ini bersifat sementara, justru ini menunjukkan bahwa peradaban Romawi masih merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan.
Ia juga melakukan reformasi hukum penting dengan memperkenalkan Corpus Juris Civilis. Ini merupakan kompilasi besar teks dan undang-undang hukum yang mengorganisir hukum Romawi selama berabad-abad ke dalam sistem yang koheren. Banyak hukum Eropa modern berakar pada dokumen ini.