589 Hektare Lahan Gunung Rinjani Terbakar, Jalur Pendakian Torean Ditutup - Ekonomi Sirkular Katadata.co.id
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTN Gunung Rinjani) menutup sementara jalur pendakian Torean mulai Rabu (23/9), usai kebakaran melanda kawasan konservasi tersebut sejak Selasa (22/9). Kebakaran di kawasan Bukit Setampol dan sekitarnya, Resor Torean, Kabupaten Lombok Utara ini diperkirakan telah menghanguskan 589,23 hektare lahan.
Melalui akun Instagram resminya, BTN Gunung Rinjani menjelaskan, penutupan jalur pendakian dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pengunjung.
“Sekaligus memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, dan pengendalian kebakaran secara optimal,” demikian dikutip dari akun @btn_gn_rinjani, pada Jumat (25/9).
BTN Gunung Rinjani juga melaporkan, kebakaran terjadi di vegetasi yang didominasi rumput, ilalang, semak, dan vegetasi bawah lainnya. Jumlah luas area yang terbakar pun masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pemetaan dari udara, serta verifikasi area terdampak.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa (22/9) malam, sekitar pukul 18.50 WITA. Upaya pemadaman langsung dilakukan, namun terkendala kondisi malam hari, jarak tempuh, serta medan yang sulit dijangkau.
“Waktu tempuh menuju lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 6 jam perjalanan. Kondisi cuaca berupa kabut dan angin juga turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan pemadaman di lapangan,” demikian dikutip.
Pemadaman kawasan konservasi di Nusa Tenggara Barat ini baru dilanjutkan keesokan harinya, dengan tim pemadaman awal sebanyak 7 personel terdiri dari Manggala Agni Resor Torean dan masyarakat peduli api (MPA). Pemadaman dilakukan dari jalur Torean menuju Bukit Setampol sisi timur.
Bersamaan dengan itu, patroli dan pemantauan di jalur pendakian Senaru dilakukan oleh tim Balai TN Gunung Rinjani, Koramil Bayan, dan Polsek Bayan, pada 23-24 September 2026. Saat ini tim tersebut sudah turun dari lokasi.
Pemadaman kemudian diperkuat sejak Kamis (24/9), dengan mengerahkan 30 personel dalam tiga tim. Selain pemadaman lewat jalur darat, pihak balai juga menyiapkan tim pemantauan jalur udara. Penugasan direncanakan berlangsung hingga 27 September 2026, menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan.
Penanganan kebakaran dilakukan pihak balai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, BPBD Kabupaten Lombok Utara, Manggala Agni, MPA, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya.
Selain pemadaman, perkembangan titik api terus dipantau, sembari melakukan evaluasi kondisi di lapangan, mengamankan jalur pendakian, dan mengonsolidasi penambahan personel.
“Mempertimbangkan luas areal terdampak dan kondisi medan, dukungan penanganan terus dikoordinasikan, baik berupa tambahan personel, sarana dan prasarana pemadaman, logistik, komunikasi apabila diperlukan sesuai kondisi dan perkembangan di lapangan,”demikian dikutip.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani turut mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi kebakaran dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.