kingsheadwye.com

59 Tahun Beroperasi di RI, Ternyata Segini Setoran Freeport ke Negara

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah beroperasi selama 59 tahun atau hampir enam dekade di Indonesia. Kontrak Karya (KK) pertambangan telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada 1967, dan mulai produksi bijih tembaga perdana pada 1973.

Selama lebih setengah abad beroperasi di Indonesia, perusahaan telah memberikan kontribusi yang begitu besar bagi perekonomian daerah dan juga negara. PT Freeport Indonesia telah berkontribusi puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS) bagi Indonesia.

Setidaknya, sejak masa Kontrak Karya (KK) kedua berlaku mulai 1992 saja, nilai setoran perusahaan ke kas negara tercatat telah menembus angka US$ 32 miliar.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut, nilai tambah yang diberikan perusahaan kepada negara terus meningkat seiring dengan pengembangan tambang perusahaan di Grasberg, Papua Tengah.

"Kalau kita hitung dari tahun 1992 itu mulai Kontrak Karya kedua ya, mulai kontrak karya kedua ditemukan di Grasberg itu total kontribusi ke negara sudah US$ 32 miliar," ungkap Tony di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Jumat (21/8/2026).

PTFI sendiri memulai produksi pertamanya pada tahun 1973 setelah melalui masa pengembangan selama enam tahun. Hingga saat ini, kontribusi perusahaan diberikan melalui berbagai kantong mulai dari pajak, dividen, royalti, hingga pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya.

Dari jumlah tersebut, perusahaan juga menyalurkan kontribusi sebesar Rp 13 triliun untuk wilayah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah sepanjang tahun 2025.

"Tahun lalu saja (2025) kita berkontribusi kepada negara itu lebih dari US$ 4 miliar, US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 75 triliun dalam bentuk pajak, dividen, royalti dan juga pungutan-pungutan lainnya," ujarnya.

Namun, untuk tahun 2026, nilai kontribusi ke negara diproyeksikan berada di angka Rp 47 triliun karena operasional perusahaan masih dalam tahap pemulihan pasca insiden longsor material basah sejak September 2025 lalu.

"Tahun ini kita dalam mode recovery jadi memang produksi hanya sekitar 65% dan tapi meskipun demikian kita tetap akan berkontribusi kepada negara kira-kira Rp 47 triliun menurut proyeksi yang kita rencanakan di tahun ini," paparnya.

Perusahaan menargetkan pemulihan kapasitas produksi hingga 100% dapat tercapai sepenuhnya pada awal tahun 2028. Jika target tersebut terealisasi, nilai setoran tahunan ke kas negara diproyeksikan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 120 triliun.

"Tahun depan akan meningkat lagi dan tahun 2028 moving forward ke depannya itu bisa sekitar US$ 7 miliar per tahun atau Rp 120 triliun per tahun," tandasnya.

"Pada saat sudah 100% kapasitas produksi itu akan bisa lebih dari 100 triliun," ujarnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]