8 amalan agar terhindar dari siksa kubur menurut Islam
Jakarta (ANTARA) - Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan akhirat.
Selama hidup di dunia, manusia mengumpulkan amal, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Setiap perbuatan tersebut nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Setelah meninggal dunia, manusia memasuki alam barzakh atau alam kubur. Alam ini menjadi tempat persinggahan sebelum manusia dibangkitkan pada hari kiamat. Dalam sejumlah hadis, keadaan seseorang di alam kubur digambarkan berkaitan dengan amal yang dilakukannya selama hidup.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah kematian. Berikut sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk memohon perlindungan dan keringanan dari siksa kubur.
1. Menjaga shalat lima waktu
Shalat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Menjaga shalat, berusaha melaksanakannya tepat waktu, dan mengerjakannya dengan khusyuk merupakan bagian penting dari ketaatan kepada Allah SWT.
Shalat juga menjadi salah satu amalan yang menunjukkan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Karena itu, menjaga shalat sebaik mungkin menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Dalam hadis Bukhari dan Muslim disebutkan:
"Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkan shalat, maka ia telah menegakkan agama; dan barang siapa meninggalkannya, maka ia telah merobohkan agama."
Hadis tersebut populer digunakan untuk menggambarkan pentingnya kedudukan shalat dalam kehidupan seorang Muslim.
Baca juga: Panduan amalan yang dianjurkan saat memperingati Maulid Nabi 1447 H
2. Membaca Surat Al-Mulk secara rutin
Surat Al-Mulk merupakan salah satu surat dalam Al Quran yang memiliki keutamaan dalam berbagai hadis. Salah satunya hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abu Dawud mengenai surat yang terdiri dari 30 ayat dan memberikan syafaat kepada pembacanya.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِىَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya:
"Ada satu surat dalam Al Quran yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi manfaat bagi yang membacanya, sampai ia diampuni, yaitu surat Tabarakalladzi biyadihil mulku (Surat Al-Mulk)." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Keutamaan tersebut menjadi salah satu alasan umat Islam membiasakan diri membaca Surat Al-Mulk, termasuk pada malam hari. Namun, membaca Al Quran sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan tujuan mengharapkan perlindungan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan upaya memahami serta mengamalkan isinya.
3. Memperbanyak zikir dan istighfar
Zikir dan istighfar merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja. Dengan berzikir, seorang Muslim mengingat Allah SWT, sedangkan istighfar menjadi bentuk permohonan ampun atas kesalahan dan dosa.
Membiasakan diri beristighfar juga dapat menjadi pengingat agar seseorang tidak menganggap remeh kesalahan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, zikir dan istighfar merupakan bagian dari ibadah yang dapat terus dilakukan di tengah berbagai aktivitas. Seorang Muslim dapat membiasakan diri memperbanyak zikir, membaca istighfar, dan memohon ampun kepada Allah SWT sebagai bagian dari persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Baca juga: Amalan harian Rasulullah SAW yang layak dijadikan kebiasaan
4. Memperbanyak sedekah dan amal kebaikan
Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya berupa memberikan harta kepada orang yang membutuhkan, sedekah juga dapat diwujudkan melalui berbagai perbuatan baik.
Membantu orang lain, menyambung silaturahmi, memberikan makanan, hingga melakukan kebaikan kepada sesama merupakan bagian dari amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
Amal kebaikan dapat menjadi bekal bagi seorang Muslim setelah meninggalkan dunia. Karena itu, memperbanyak kebaikan selama masih memiliki kesempatan hidup menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Hal tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Zalzalah ayat 7:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Ayat tersebut mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak luput dari perhitungan Allah SWT.
5. Berdoa memohon perlindungan dari siksa kubur
Selain melakukan berbagai amal saleh, umat Islam juga dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa kubur.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah doa yang dibaca ketika tasyahud akhir sebelum salam. Rasulullah SAW bersabda:
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." (HR. Muslim)
Doa tersebut menunjukkan bahwa perlindungan dari siksa kubur merupakan salah satu hal yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Karena itu, seorang Muslim dapat membiasakan diri membaca doa tersebut dalam shalat.
Baca juga: Amalan dan bacaan doa untuk cepat menunaikan ibadah haji
6. Menjaga akhlak dan lisan
Menjaga hubungan dengan Allah SWT perlu diikuti dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia. Salah satunya melalui akhlak dan cara berbicara.
Menghindari kebiasaan berbohong, menggunjing, mencela, menyakiti orang lain, dan menyebarkan perkataan yang dapat menimbulkan masalah merupakan bagian dari menjaga lisan.
Begitu pula dengan membiasakan diri bersikap jujur, amanah, menghormati orang lain, serta bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa dosa terkadang dianggap sepele karena dilakukan melalui perkataan atau kebiasaan kecil. Padahal, dalam ajaran Islam, setiap perbuatan tetap memiliki konsekuensi dan akan diperhitungkan.
Karena itu, memperbaiki akhlak dan menjaga lisan menjadi bagian penting dari upaya memperbanyak amal baik dan menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
7. Berbuat baik kepada sesama
Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antarmanusia. Berbuat baik kepada sesama menjadi salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan.
Bentuknya pun beragam. Seseorang dapat membantu orang yang sedang kesulitan, menyantuni anak yatim, membantu tetangga, menjaga amanah, berlaku jujur, atau memberikan pertolongan sesuai kemampuan.
Kebaikan tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk sesuatu yang besar. Membantu orang lain ketika membutuhkan pertolongan atau memberikan manfaat melalui hal sederhana juga dapat menjadi bagian dari amal saleh.
Dengan memperbanyak perbuatan baik, seorang Muslim berusaha menjadikan kehidupan di dunia sebagai kesempatan untuk mengumpulkan bekal sebelum kematian datang.
Baca juga: Ini amalan ibadah yang bisa dikerjakan saat malam Isra Miraj
8. Menjauhi dosa dan fitnah
Selain memperbanyak amal saleh, seorang Muslim juga perlu berusaha meninggalkan dosa. Beberapa dosa memiliki dampak besar terhadap kehidupan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Salah satunya adalah syirik. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 48:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا ٤٨
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
Selain syirik, seorang Muslim juga perlu menjauhi perbuatan yang merusak hubungan antarmanusia, seperti fitnah dan adu domba.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, menjaga perkataan, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak mengadu domba orang lain merupakan bagian dari upaya menjaga diri dari dosa.
Menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal
Alam barzakh merupakan fase antara kematian dan hari kebangkitan. Setelah meninggal dunia, manusia tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali dan memperbaiki amal yang telah dilakukan.
Karena itu, kehidupan di dunia menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sekaligus meninggalkan perbuatan buruk.
Menjaga shalat, membaca Al Quran, memperbanyak zikir dan istighfar, bersedekah, berbuat baik kepada sesama, menjaga akhlak dan lisan, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam mempersiapkan kehidupan setelah kematian.
Pada akhirnya, tidak ada manusia yang mengetahui kapan kematian akan datang. Karena itu, yang dapat dilakukan selama masih diberi kesempatan hidup adalah memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. Harta, jabatan, dan berbagai pencapaian duniawi akan ditinggalkan, sedangkan amal menjadi salah satu bekal menuju kehidupan selanjutnya.
Baca juga: Musyrif Dini Haji ajak jamaah perbanyak amalan saat wukuf di Arafah
Baca juga: 9 amalan sunnah hari Jumat, dari mandi hingga baca Al-Kahfi
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.