9 Jasad Korban Insiden Kapal Virgo Transport 8 Sudah Teridentifikasi, Ini Daftarnya
Jakarta, VIVA – Satu per satu teka-teki identitas korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa mulai terjawab. Hingga Sabtu, 19 September 2026, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah memastikan identitas sembilan korban meninggal dunia.
Baca Juga
Kesembilan jenazah tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Kepastian identitas menjadi bagian penting dalam proses penanganan kecelakaan kapal tersebut, terutama bagi keluarga yang masih menunggu kabar orang terdekat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan tim DVI melakukan identifikasi dengan mencocokkan data ante mortem (AM) dari keluarga dengan data post mortem (PM) korban.
Baca Juga
”Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KMP Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem,” ujarnya, Sabtu, 19 September 2026.
Dari operasi pencarian dan penanganan korban hingga 19 September 2026, tercatat 117 korban telah ditemukan. Sembilan di antaranya meninggal dunia dan seluruhnya telah berhasil diidentifikasi.
Baca Juga
Sembilan korban tersebut yakni:
1. Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur;
2. Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur;
3. Imam Soeparno, 66 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur;
4. Denny Ridzal Saputra, 30 tahun, laki-laki, asal Jawa Timur;
5. Erik Maousul Latip, 37 tahun, laki-laki, asal Jawa Barat;
6. Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, laki-laki, asal Jawa Barat!
7. Muhammad Abdianoor, 30 tahun, laki-laki, asal Kalimantan Selatan;
8. Surya, 59 tahun, laki-laki, asal Kalimantan Selatan;
9. Yuli, 29 tahun, perempuan, asal Kalimantan Selatan.
Meski sembilan identitas korban meninggal telah dipastikan, pekerjaan tim DVI belum selesai. Polisi masih mengumpulkan dan mencocokkan data dari keluarga korban.
Hingga saat ini, sebanyak 153 data ante mortem telah dikumpulkan dari keluarga korban yang tersebar di sejumlah daerah. Rinciannya, 74 data berasal dari Kalimantan Selatan, 63 dari Jawa Timur, 13 dari Jawa Barat, 2 dari Jawa Tengah, dan 1 dari Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, jumlah tersebut tidak seluruhnya menjadi data unik. Tim menemukan 18 data yang ternyata terduplikasi.
”Dari 153 data tersebut terdapat 18 data ante mortem yang terduplikasi. Setelah dikurangi data duplikasi, terdapat 135 data ante mortem,” ucap dia.
Halaman Selanjutnya
Dari 135 data yang telah dikurangi duplikasi itu, baru sembilan data ante mortem yang berhasil direkonsiliasi dengan data post mortem. Sementara 126 data lainnya masih belum direkonsiliasi.