Agrinas dukung pemulihan bencana NTT dengan bantuan logistik dan psikosial - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - PT Agrinas Palma Nusantara bersama dengan Sekolah Relawan mengambil peran nyata dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di NTT.
Kehadiran kolaborasi ini adalah bentuk solidaritas korporasi dalam upaya meringankan beban penyintas yang tengah berjuang dalam masa pemulihan pasca bencana.
Kadiv Humas dan TJSL PT Agrinas Palma Nusantara Gatut Mukti dalam keterangannya, Kamis meyampaikan bahwa kehadiran Agrinas dalam penanganan bencana di NTT merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat terdampak.
Dukungan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, meringankan beban, serta menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam proses pemulihan dan bangkit bersama.
Penyaluran bantuan yang didistribusikan mencakup berbagai sarana krusial untuk menunjang kebutuhan darurat para penyintas, meliputi 7 unit tenda yang digunakan sebagai sarana tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak, 7 unit genset dan perlengkapan penerangan untuk memenuhi pasokan listrik di pos darurat, serta kebutuhan air bersih melalui penyaluran 6 water tank berkapasitas memadai.
Selain itu, kebutuhan pangan untuk para penyintas juga turut menjadi prioritas utama untuk disalurkan dalam misi kemanusiaan ini. Bantuan sembako keluarga sebanyak 150 paket didistribusikan secara merata, termasuk dukungan sembako dapur umum yang tersebar di tiga titik pos pengungsian untuk kebutuhan makan sehari-hari bagi 158 kepala keluarga (KK).
Tidak hanya fokus pada penyaluran logistik, PT Agrinas Palma Nusantara dan Sekolah Relawan juga memberikan perhatian pada kebutuhan pada aspek pemulihan mental pasca bencana melalui kegiatan psikososial yang diikuti oleh 130 anak-anak di wilayah Neoniba.
Para relawan memberikan edukasi mitigasi gempa dengan pendekatan ramah anak dan menulis harapan dan doa untuk Flores sebagai sarana terapi psikososial.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.