Airlangga Beberkan Sederet Proyek Strategis Untuk Mesin Pertumbuhan di 2027
Airlangga menyampaikan agenda tersebut saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Baca Juga: PLBN Aruk Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Tegaskan Peran Perbatasan sebagai Beranda Depan Negara
Menurut Airlangga, agenda transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus membangun fondasi perekonomian untuk jangka panjang.
“Estafet perjuangan harus kita lanjutkan dengan mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa dan menyiapkan fondasi pertumbuhan jangka panjang untuk mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Airlangha mengatakan perubahan lanskap ekonomi global membuat Indonesia tidak cukup hanya menjaga stabilitas ekonomi.
Pemerintah juga perlu memperkuat kapasitas ekonomi domestik melalui kebijakan yang mendorong kemandirian energi, peningkatan nilai tambah, investasi, perdagangan, serta pengembangan sektor-sektor baru.
“Setiap regulasi yang dirumuskan, setiap koordinasi yang dijalankan, adalah bentuk perjuangan nyata untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Airlangga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 10 program transformasi untuk 2027. Sejumlah agenda di dalamnya membutuhkan koordinasi Kemenko Perekonomian.
Beberapa agenda yang disebut Airlangga antara lain pengembangan Bursa Komoditas Indonesia, optimalisasi aset BUMN, pembangunan 100 GW PLTS, pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia, development management, elektrifikasi kendaraan, serta program dwi kenegaraan terbatas untuk talenta istimewa dan keahlian strategis.
Deretan agenda tersebut menunjukkan fokus pemerintah tidak hanya berada pada upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada perubahan struktur perekonomian.
Salah satu agenda yang cukup besar adalah pembangunan PLTS hingga 100 GW. Program tersebut berkaitan langsung dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
Di sektor transportasi, pemerintah juga menempatkan elektrifikasi kendaraan sebagai salah satu agenda transformasi. Sementara di sektor perdagangan dan komoditas, pemerintah mendorong pengembangan Bursa Komoditas Indonesia.
Agenda transformasi tersebut akan dijalankan di tengah capaian investasi yang cukup besar sepanjang paruh pertama 2026.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp1.040,6 triliun dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
Angka tersebut setara sekitar 49,5% dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Pemerintah juga mencatat distribusi investasi mulai semakin tersebar, dengan lebih dari separuh investasi semester I-2026 berada di luar Pulau Jawa.
Sektor hilirisasi menjadi salah satu penopang utama. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi hilirisasi pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp300,1 triliun atau 29,7% dari total investasi nasional pada periode tersebut.
Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam melanjutkan agenda transformasi ekonomi.
Airlangga mengatakan berbagai dinamika global tetap menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Perubahan geopolitik, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), hingga perubahan iklim dinilai akan memengaruhi arah kebijakan ekonomi ke depan.
“Di tengah perkembangan geopolitik, revolusi teknologi melalui artificial intelligence (AI), serta perubahan iklim yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang, Indonesia tetap mampu menjaga ketahanan perekonomian,” ujar Airlangga.
Selain investasi, pemerintah juga menyoroti sejumlah indikator sosial ekonomi sebagai bagian dari capaian pembangunan.
Dalam amanatnya, Airlangga menyebut tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65% pada Mei 2026. Tingkat kemiskinan juga disebut turun menjadi 8,07%.
Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Mei 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 sebesar 4,68%, turun 0,08 poin persentase dibandingkan Februari 2025. Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja mencapai 147,67 juta orang.
Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dampak pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat.
Di sisi investasi, realisasi penanaman modal juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja. BKPM mencatat 1.448.862 tenaga kerja Indonesia terserap dari realisasi investasi semester I-2026.
Selain investasi, Airlangga menempatkan hilirisasi dan kemandirian energi sebagai bagian dari agenda penguatan struktur ekonomi nasional.
Pemerintah sebelumnya telah mendorong berbagai proyek hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Dalam amanat HUT ke-81 RI tersebut, Airlangga menyebut 26 proyek hilirisasi telah dicanangkan dan saat ini berjalan.
Pada sektor energi, pemerintah juga terus mendorong penggunaan bahan bakar nabati melalui implementasi biodiesel B50.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil.
Agenda energi kemudian diperluas melalui rencana pembangunan 100 GW PLTS pada 2027. Jika terealisasi, proyek tersebut akan menjadi salah satu agenda besar dalam pengembangan energi terbarukan Indonesia.
Pemerintah juga menempatkan perdagangan internasional sebagai instrumen untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia.
Airlangga menyebut Indonesia saat ini memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah berlaku. Selain itu, terdapat 13 perjanjian perdagangan yang masih berada dalam tahap perundingan.
Penguatan kerja sama perdagangan menjadi penting di tengah perubahan rantai pasok global dan meningkatnya dinamika geopolitik.
Pada saat yang sama, pengembangan Bursa Komoditas Indonesia menjadi salah satu agenda transformasi yang disebut secara khusus oleh Airlangga.
Keberadaan bursa komoditas diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem perdagangan komoditas nasional. Agenda ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan tata kelola dan transparansi perdagangan komoditas di dalam negeri.
Untuk menjalankan agenda transformasi tersebut, Airlangga menilai kualitas aparatur pemerintah menjadi faktor penting.
Airlangga meminta jajaran Kemenko Perekonomian menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Nilai tersebut harus menjadi landasan etika, integritas untuk menghadirkan kebijakan publik yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa,” kata Airlangga.
Airlangga menekankan bahwa kebijakan ekonomi tidak berhenti pada penyusunan regulasi, tetapi harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
“Pada seluruh jajaran Kemenko Perekonomian mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata agar kegiatan ekonomi berdampak untuk masyarakat Indonesia. Teruslah berkolaborasi untuk suksesnya program prioritas Pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 20 PNS di lingkungan Kemenko Perekonomian.
Penghargaan tersebut diberikan kepada aparatur yang dinilai telah menunjukkan kesetiaan dan pengabdian selama 20 hingga 30 tahun.