Akademisi UIN: Keluarga berperan bentuk karakter anak
Akademisi UIN: Keluarga berperan bentuk karakter anak
Jumat, 24 Juli 2026 15:21 WIB
Seorang calon peserta didik didampingi orang tua saat menandatangani berkas daftar ulang pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/7/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menjadwalkan pelaksanaan daftar ulang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK pada 16-17 Juli 2026, sedangkan tahun ajaran 2026/2027 dimulai pada Senin (20/7). ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Palu (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Zainal Abidin menyatakan keluarga memegang peranan sentral dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.
"Keluarga menjadi madrasah pertama dalam membentuk kepribadian anak,” katanya di Palu, Kamis.
Dia menjelaskan Islam memandang anak sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dididik, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu mengajak seluruh orang tua menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai daya gerak untuk memperkuat pola pengasuhan yang mampu melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki kepedulian terhadap agama, bangsa, dan negara.
Ia menerangkan, kemajuan teknologi digital telah memudahkan anak memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi. Namun, tanpa pendampingan yang baik dari orang tua, teknologi juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan moral, perilaku, dan kehidupan sosial anak.
Dia mengatakan pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akidah, akhlak, dan tanggung jawab sosial.
Orang tua, lanjut dia, berkewajiban menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, serta semangat menghormati sesama sejak usia dini.
Ia menilai, keteladanan orang tua menjadi kunci dalam mendidik anak. Menurutnya, anak lebih mudah meniru perilaku yang dilihat setiap hari daripada sekadar mendengarkan nasihat. Karena itu orang tua juga dituntut bijak dalam menggunakan media digital agar menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memberikan larangan tanpa penjelasan. Anak-anak, lanjut dia, harus dipersiapkan menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Meski demikian, anak-anak tetap harus memiliki iman yang kokoh, akhlak yang mulia, serta cinta kepada bangsa dan negara. Kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama dan kebangsaan,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026