Akademisi Unram mengajak masyarakat aktif jaga lingkungan
Mataram (ANTARA) - Akademisi Universitas Mataram (Unram) Junaidi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan keterlibatan aktif dalam menjaga lingkungan serta mendorong kebijakan yang mampu menghadapi dampak krisis iklim.
"Setiap kita punya tanggung jawab, tapi tanggung jawab paling besarnya adalah untuk tidak menjadi apatis dan mendorong kebijakan," ucap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut di Mataram, NTB, Sabtu.
Junaidi mengatakan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat dilakukan sesuai kapasitas masing-masing, termasuk dengan mendorong perubahan pada lingkungan pendidikan maupun melalui advokasi kepada pemerintah.
Mahasiswa dapat mendorong kampus menerapkan sistem keberlanjutan serta menyediakan pembelajaran yang berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Sedangkan, masyarakat umum dapat berperan dengan menyuarakan kebutuhan lingkungan kepada pemerintah melalui advokasi.
Ia menyampaikan bahwa dampak kerusakan lingkungan telah dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain melalui peningkatan suhu bumi dan perubahan ekosistem.
Manajer Perlindungan Wilayah Kelola Rakyat dan Pemulihan Ekosistem dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ferry Widodo memaparkan keadilan ekologis memiliki empat pilar, yakni keadilan distributif, prosedural, korektif, dan rekognitif.
Keadilan distributif berkaitan dengan pembagian manfaat sumber daya alam dan beban kerusakan lingkungan secara adil. Keadilan prosedural menekankan hak masyarakat untuk terlibat secara transparan dan bermakna dalam pengambilan keputusan.
Sementara keadilan korektif berkaitan dengan upaya pemulihan lingkungan ketika terjadi kerusakan, termasuk tanggung jawab pihak yang menyebabkan kerusakan untuk memulihkan kondisi lingkungan dan memberikan kompensasi atas kerugian yang timbul.
Pewarta : Sugiharto Purnama dan Nayla Maliha
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026