kingsheadwye.com

Akademisi USU: Bantuan pangan efektif ringankan beban masyarakat - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suriadi mengatakan bantuan pangan berupa beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026 efektif meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.

"Penyaluran bantuan beras merupakan langkah positif pemerintah dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah," ujar Agus di Medan, Minggu.

Ia mengatakan, bantuan pangan berupa 30 kilogram beras yang diterima setiap keluarga penerima manfaat dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengalokasikan pengeluaran rumah tangga pada kebutuhan lainnya.

Dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli beras, lanjut dia, dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya.

"Program bantuan beras juga berperan dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan," ucapnya.

Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah guna mencegah kerawanan pangan sekaligus menjaga stabilitas sosial.

"Berkurangnya tekanan permintaan dari kelompok penerima manfaat, program tersebut diharapkan turut membantu menjaga kestabilan harga beras," ucapnya.

Untuk mencapai keberlanjutan dan efektivitas yang lebih besar, menurut dia, bantuan beras perlu diintegrasikan dengan program lain yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Ia berharap, bantuan pangan tidak hanya mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Sumatera Utara.

Sebelumnya, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memperkuat stok beras untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan alokasi Oktober hingga Desember 2026 di wilayah kerjanya.

Wakil Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Sumut Gutomo Haryo Pamungkas mengatakan, stok tersebut akan terus ditambah guna memenuhi sekitar kebutuhan 1,73 juta penerima bantuan pangan dengan total kebutuhan sekitar 52.000 ton beras untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.