Akomodasi vila di Bali perluas pasar dukung pariwisata berkualitas
Denpasar (ANTARA) - Usaha penginapan vila di Bali memperluas pangsa pasar melalui pembukaan laman resmi asosiasi vila yang terintegrasi guna mendukung iklim usaha sehat dan pariwisata berkualitas.
“Website ini adalah pintu gerbang baru menuju konektivitas, kolaborasi, informasi, dan peluang pasar,” kata Ketua Asosiasi Vila Bali (BVA) Ismoyo S Seomarlan di Denpasar, Sabtu.
Ia menjelaskan dengan terobosan itu, pelaku usaha mampu menjangkau pasar lebih luas, efisien serta memudahkan wisatawan mengakses akomodasi sehingga mendorong kualitas pariwisata.
Selain itu, momentum itu juga menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan sekaligus menegaskan kembali identitas dan arah perjuangan asosiasi.
Asosiasi juga berupaya mempertemukan para pelaku usaha vila, pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, masyarakat, serta mitra industri dalam sebuah ekosistem yang kolaboratif melalui laman resmi itu.
Pihaknya menekankan komitmen organisasi untuk memperkuat kolaborasi, komunikasi, profesionalisme, serta pengembangan peluang usaha dalam ekosistem industri vila dan pariwisata Bali.
Ia mencatat ada 70 anggota asosiasi dengan total jumlah kamar diperkirakan mencapai ribuan unit yang tersebar di sejumlah titik destinasi wisata di Bali.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di Pulau Dewata per semester I-2026 mencapai 3,2 juta, atau mengalami kontraksi 2,42 persen dibandingkan periode sama 2025 sebesar 3,28 juta.
Sedangkan tingkat penghunian kamar (TPK) pada vila yang termasuk kategori hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 tercatat mencapai 38,92 persen, atau naik sebesar 1,71 persen dibandingkan Mei 2026.
Sementara itu, rata-rata lama menginap turis asing di akomodasi hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 mencapai 2,22 malam.
Baca juga: PHRI Pusat: Airbnb perlu diatur regulasi seperti Singapura
Baca juga: Investor bidik investasi properti vila di Canggu Bali
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.