kingsheadwye.com

Alasan Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai di Jakarta, Ini Kata Pakar

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Papua, kian meluas. BMKG mengonfirmasi asap karhutla sudah terdeteksi dan menyebar di langit Jakarta sejak Jumat (16/10) kemarin.

Adapun arah angin di Indonesia pada umumnya disebutkan bergerak dari arah Timur-Tenggara ke Barat Laut-Utara. Lantas, bagaimana bisa asap karhutla Kalimantan yang letaknya di utara Jawa bisa sampai ke Jakarta?

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan secara meteorologis, masuknya asap karhutla hingga ke wilayah Ibu Kota bisa saja terjadi, meski kepastian jalur penyebarannya tetap harus dibuktikan melalui data angin aktual.

Lebih perinci, Daryono menjelaskan ada 4 faktor utama yang bisa memicu asap karhutla Kalimantan sampai ke Jakarta. Pertama, pola angin timuran tidak bersifat mutlak.

"Angin timuran merupakan pola sirkulasi dominan pada musim kemarau di Indonesia. Namun, arah angin dapat berubah menurut lokasi, ketinggian, waktu, dan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, angin di Kalimantan belum tentu memiliki arah yang sama dengan angin di Laut Jawa maupun Jakarta," kata Daryono melalui pesan singkat.

Kedua, Daryono menjelaskan bahwa asap bergerak melalui lapisan atmosfer berbeda. Partikel halus PM 2.5 dari asap karhutla mampu terangkat oleh gaya konveksi dan turbulensi hingga ketinggian ratusan bahkan ribuan meter.

Pilihan Redaksi

  • Kekeringan-Harga Pupuk Melonjak: Ini Negara Asia Rawan Krisis Pangan
  • Update Kualitas Udara, Muncul Titik Merah-Hitam di Sumatra-Kalimantan
  • Ada MJO, Rossby-Perlambatan Angin, BMKG Kasih Peringatan Terbaru

"Kondisi ini memungkinkan asap bergerak mengikuti jalur transportasi atmosfer yang tidak selalu searah dengan angin yang dirasakan masyarakat di permukaan," ujarnya.

Selanjutnya, ada dinamika perubahan angin regional. Adanya gangguan atmosferik, pembentukan daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, hingga periode transisi monsun dapat mengubah pola pergerakan angin secara mendadak.

Jika terbentuk koridor aliran udara dari titik kebakaran menuju arah Laut Jawa dan Jakarta, jelaga asap berpotensi terdorong hingga ratusan kilometer.

Terakhir, Daryono mengatkan konsentrasi asap dapat memudar sepanjang perjalanan. Meski mampu membumbung dan menempuh jarak jauh, asap karhutla mengalami proses pengenceran, pencampuran udara, reaksi kimia, serta pengendapan selama mengangkasa.

Alhasil, asap yang tiba di Jakarta tidak selalu memicu pencemaran udara tingkat berat. Tingkat keparahannya sangat bergantung pada volume emisi di titik awal, kecepatan angin, curah hujan, hingga tingkat stabilitas atmosfer.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]