kingsheadwye.com

Alasan Purbaya Kerap Omong Gede Waktu Baru Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberkan alasannya kerap dianggap "omong gede" lantaran terlalu optimistis di awal kepemimpinannya. Sikap itu Ia pilih sebagai salah satu strategi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. 

Selama setahun menjabat, Purbaya mengaku sempat mendapat penilaian negatif karena kerap menyampaikan optimisme mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Ia bahkan disebut sombong karena dinilai terlalu percaya diri dalam menyampaikan proyeksi ekonomi.

Purbaya mengatakan dirinya menggunakan teori macroeconomics of self-fulfilling prophecies untuk membentuk ekspektasi positif terhadap perekonomian. Menurutnya, ekspektasi pelaku ekonomi dapat memengaruhi keputusan investasi, konsumsi, hingga ekspansi usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Caranya bagaimana? Saya terapkan pengetahuan yang sudah saya pelajari, macroeconomics of self-fulfilling prophecies. Jadi, kita membentuk ekspektasi, dari ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi yang berjalan ke arah sana," ujarnya.

Ia mengakui strategi tersebut membuat dirinya harus lebih vokal dalam menyampaikan optimisme, meski kemudian dianggap terlalu banyak bicara atau sombong.

"Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, 'itu Purbaya sombong banget'. Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif," tegasnya.

[Gambas:Youtube]

Sikap tersebut merupakan strategi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar setelah Indonesia menghadapi gelombang demonstrasi besar saat ia mulai menjabat.

"Pertama kan waktu saya jadi menteri, itu kan kita baru menghadapi demo besar. Saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya," beber Purbaya.

Bendahara Negara juga menjelaskan ketika masyarakat dan investor percaya ekonomi akan membaik, mereka akan lebih berani membelanjakan uang, berinvestasi, dan memperluas usaha. Sebaliknya, ekspektasi negatif dapat mendorong pelaku ekonomi menahan konsumsi dan investasi.

"Investor tidak takut investasi, masyarakat tidak takut belanja, perusahaan pun tidak takut ekspansi karena mereka pikir ekonomi akan membaik ke depan. Tapi kalau semua berpikir ekonomi akan meresesi, ekonomi bisa betul-betul resesi," ujar Menkeu.

Ia menilai strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia telah keluar dari pola stagnan di kisaran 5 persen.

"Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Triwulan IV tahun lalu kan 5,39 persen, triwulan pertama 5,61 persen, triwulan II 5,29 persen," ujarnya.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya dipengaruhi gangguan global. Ia optimistis pertumbuhan akan kembali menguat pada paruh kedua tahun ini dan mendekati 6 persen pada kuartal IV.

"Agak turun sedikit, tapi karena gangguan global. Sekarang siap untuk bergerak ke 6 persen lagi. Mungkin triwulan IV tahun ini bisa mendekati 6 persen," tegas Purbaya.

Setahun menjabat sebagai Bendahara Negara, Purbaya mengaku berat badannya turun dari 102 kilogram menjadi 88 kilogram.

"Paling gampang kalau lihat berat badan saya kan? Pas jadi menteri saya 102 kilogram, sekarang 97 kilogram atau 98 kilogram, itu sudah recover. Kemudian turun ke 88 kilogram, berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan," ujar Purbaya ketika ditemui wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).

Meski mengaku pekerjaan sebagai Menteri Keuangan cukup berat, Purbaya mengatakan dirinya menikmati peran tersebut. Menurutnya, jabatan tersebut memberikan kesempatan untuk menguji langsung teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajarinya.

"Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan, itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan," ujarnya.

(lau/ins)