kingsheadwye.com

Amar Bank Dorong Penurunan Kredit Bermasalah, Begini Strateginya

ILUSTRASI. PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) terus memperbaiki kualitas aset di tengah ekspansi kredit yang cukup agresif hingga Agustus 2026.(KONTAN/Ammar Rezqianto)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) terus memperbaiki kualitas aset di tengah ekspansi kredit yang cukup agresif hingga Agustus 2026.

SVP Finance Amar Bank David Wirawan mengungkapkan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net Amar Bank tercatat sebesar 0,69% hingga Agustus 2026. Rasio tersebut membaik dibandingkan posisi Juni 2026 yang sebesar 0,80%.

Perbaikan juga terjadi secara tahunan, mengingat NPL net Amar Bank masih berada di level 1,64% pada Juni 2025. Namun begitu, sejatinya NPL gross Amar Bank mencapai 8,96% pada Juni 2026, meski memang turun dari posisi 10,86% per Juni 2025. 

David bilang perbaikan kualitas aset terus didorong di tengah pertumbuhan penyaluran kredit bruto Amar Bank yang mencapai 55,71% secara tahunan menjadi Rp 4,96 triliun hingga Agustus 2026.

Baca Juga: OJK Sebut Peluang Penambahan Pelaku Usaha Gadai Syariah Masih Terbuka

Pun, ia memastikan Amar Bank akan berupaya menjaga NPL net tetap rendah hingga akhir tahun. Bank menargetkan rasio NPL net berada di kisaran 1% sampai dengan akhir 2026.

Untuk menjaga kualitas aset, Amar Bank memperkuat manajemen risiko di seluruh siklus kredit. Langkah tersebut mencakup seleksi nasabah, proses underwriting, pemantauan portofolio, hingga penagihan.

Selain itu, bank juga memanfaatkan analitik data dan machine learning dalam pengelolaan risiko. Strategi tersebut dilengkapi dengan optimalisasi kebijakan pencadangan atau cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) untuk menjaga bantalan risiko.

David mengatakan, Amar Bank juga memiliki ketahanan permodalan yang kuat. Per Agustus 2026, capital adequacy ratio (CAR) Amar Bank mencapai 91,35%.

“Amar Bank telah melalui berbagai siklus ekonomi dan secara konsisten memperkuat kerangka manajemen risiko, mulai dari proses akuisisi, underwriting, early warning system, hingga collection dan recovery,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (15/9/2026).

Baca Juga: BRI (BBRI) Siapkan Dana Rp 507 Miliar untuk Lunasi Obligasi Oktober 2026

Dengan kerangka mitigasi tersebut, Amar Bank menilai potensi tekanan terhadap kualitas aset masih dapat dikelola.

Ke depan, perkembangan kualitas aset akan tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan kemampuan bank dalam mengelola risiko kredit. Karena itu, bank akan terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian di seluruh lini bisnis.

“Hingga akhir 2026, kami berkomitmen untuk secara konsisten menjaga rasio NPL net tetap berada di level rendah, yaitu di kisaran 1%, melalui penerapan prinsip kehati-hatian (prudent banking) yang disiplin di seluruh lini bisnis,” pungkas David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • Amar Bank
  • rasio kredit bermasalah
  • kredit bermasalah
  • PT Bank Amar Indonesia Tbk