Amran Usul Bikin SPBU Khusus Petani untuk Atasi Kendala BBM
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengusulkan pembangunan SPBU khusus petani untuk mengatasi kendala akses bahan bakar minyak (BBM) saat petani mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) di lahan.
Usulan itu disampaikan Amran setelah Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menyoroti kendala petani yang harus membawa traktor ke SPBU untuk mengisi BBM. Menurut Bambang, kondisi tersebut salah satunya terjadi ketika petani berpindah lahan dalam satu hamparan.
"Karena kesulitan petani ketika berpindah-pindah lahan dalam satu hamparan, kendalanya adalah jalan usaha tani yang terlalu sempit dan becek. Kemudian, setelah melihat kejadian di Kabupaten Pati, traktor petani, baik roda empat maupun roda dua, ini turun ke SPBU. Nah, ini kan membuat gaduh," kata Bambang dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Amran dan jajaran Kementan, Selasa (1/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang kemudian mengusulkan agar pemerintah membuat fasilitas BBM khusus untuk petani, seperti SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang diperuntukkan bagi nelayan.
"Apakah Kementerian Pertanian tidak bisa mengurus semacam SPBN, semacam di nelayan, yang khusus untuk petani sehingga ini akan memberikan kemudahan pada petani-petani kita?" ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Amran mengatakan pihaknya telah mengupayakan usulan pembangunan SPBU khusus petani. Namun, menurut dia, terdapat persoalan lokasi karena fasilitas tersebut harus menjangkau area persawahan.
"Nah, ini memang, Pak Bambang dari Demokrat, kami sudah upayakan juga mengusulkan agar buat SPBU, tapi alasannya SPBU banyak di tengah sawah, kalau teman-teman nelayan itu langsung di laut," ujar Amran.
Sebagai alternatif, Amran mengatakan pemerintah juga mengusulkan alokasi BBM khusus untuk petani dengan harga khusus atau harga subsidi. Ia menyebut kebutuhan yang diusulkan berada di kisaran 1 juta hingga 1,5 juta kiloliter.
"Kami minta jatah, ada jatah kita berapa? 1 juta? 1,5 juta (kiloliter), Pak untuk petani, kami minta khusus untuk harga khusus, harga subsidi untuk petani," katanya.
Selain BBM, Amran mengatakan pemerintah mendorong penggunaan listrik untuk mengoperasikan pompa air di lahan pertanian. Upaya itu ditujukan untuk mengurangi penggunaan solar pada pompa.
"Dan juga secara bersamaan listrik, listrik kita masuk untuk pompa-pompa supaya mengurangi pompa menggunakan solar. Listrik masuk sawah," ujarnya.
Amran mengatakan upaya tersebut ditargetkan dapat berjalan paling lambat dalam tiga tahun. Namun, ia menyebut ada program lain yang belum dapat diumumkan dan berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan lebih cepat.
"Kami upayakan maksimal deh paling lambat tiga tahun, tapi ada program tapi kami belum bisa sampaikan di sini. Kalau itu terjadi insyaallah bisa tahun depan selesai semua," kata Amran.
(del/ins)