Amri/Nita bidik medali pada debut Kejuaraan Dunia - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membidik medali pada debut mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah memastikan langkah ke babak 16 besar di New Delhi, India, Rabu.
Amri/Nita melaju setelah mengalahkan pasangan Turki Emre Sonmez/Yasemen Bektas dua gim langsung 21-14, 21-10.
"Ini Kejuaraan Dunia pertama kami dan tidak semua pemain mendapat kesempatan seperti ini. Karena itu, kami bertekad memaksimalkannya. Mudah-mudahan bisa meraih hasil terbaik dan membawa pulang medali. Itu target kami," kata Amri dalam keterangan resmi PBSI.
Amri/Nita tampil solid sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan dengan pola yang disesuaikan terhadap karakter lawan.
Nita mengatakan pertahanan pasangan Turki cukup kuat sehingga mereka harus bersabar dalam membangun serangan untuk menghasilkan poin.
"Sejak awal kami sudah bisa masuk ke permainan dan mencoba bermain lebih taktis karena mereka pasangan yang cukup bagus. Pertahanan mereka juga kuat sehingga kami harus beberapa kali melakukan serangan untuk mendapatkan poin," ujar Nita.
Pada gim pertama, Amri/Nita harus menyesuaikan pola permainan karena berada dalam kondisi kalah angin.
"Pada gim pertama kami bermain dalam kondisi kalah angin, jadi kami mencoba lebih sabar menahan pola permainan hingga lawan kesulitan. Pada gim kedua kondisinya lebih nyaman karena kami bermain dengan menang angin," kata Nita.
Amri mengatakan jeda sekitar tiga hari sebelum pertandingan memberikan waktu yang cukup bagi mereka untuk mempersiapkan diri.
"Ada jeda sekitar tiga hari sebelum pertandingan pertama, jadi kami memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya, mulai dari pemulihan kondisi, penyesuaian lapangan, hingga mengembalikan fokus," ujar Amri.
Pewarta: Muhammad Ramdan
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.