kingsheadwye.com

Amunisi Baru Prajogo Garap Proyek Geothermal,  BREN Kantongi Pinjaman Rp 5,36 T - Bursa Katadata.co.id

Konglomerat Prajogo Pangestu kembali memperkuat amunisi pendanaan di bisnis energi terbarukan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL) meraup fasilitas pinjaman jumbo senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,36 triliun (asumsi kurs: 17.866 per dolar AS) dari Bangkok Bank.

SEGHPL merupakan perusahaan holding investasi yang didirikan berdasarkan hukum Singapura. Entitas BREN itu mengendalikan sejumlah perusahaan operasional yang tersebar di berbagai negara di luar Indonesia, terutama di sektor panas bumi atau geothermal dan ketenagalistrikan.

Adapun fasilitas pinjaman itu terbagi menjadi dua komitmen. Fasilitas A memiliki nilai US$ 105 juta, sedangkan Fasilitas B mencapai US$ 195 juta.

Manajemen BREN mengatakan dana jumbo itu untuk mengembangkan dua proyek panas bumi, yakni Suoh Sekincau di Sumatera dan Hamiding di Maluku.

Secara rinci, fasilitas A senilai maksimal US$ 105 juta akan digunakan untuk membiayai kebutuhan pra-konstruksi proyek wilayah panas bumi Suoh Sekincau. Fasilitas B senilai US$ 195 juta akan digunakan untuk kebutuhan konstruksi kedua proyek tersebut. 

Kemudian senilai US$ 105 juta dialokasikan untuk proyek Suoh Sekincau melalui penyertaan modal ke PT Star Energy Suoh Sekincau (SEGSS).

Adapun sisa US$ 90 juta akan digunakan untuk membiayai proyek pengembangan wilayah prospek panas bumi Hamiding di Maluku melalui penyertaan modal ke PT Star Energy Geothermal Indonesia (SEGI).

“SEGHPL dapat menggunakan setiap jumlah yang belum dimanfaatkan dalam sub-batas tersebut untuk pendanaan proyek lainnya, dengan syarat bahwa jumlah agregat yang digunakan berdasarkan Fasilitas B tidak melebihi US$ 195 juta,” tulis manajemen BREN, Selasa (21/7). 

Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 60 bulan sejak tanggal penarikan pertama Fasilitas A. Melalui pinjaman jumbo itu, BREN dan SEGHPL berharap dapat menyediakan sumber pendanaan bagi perusahaan-perusahaan dalam grup untuk mendukung kebutuhan operasional, belanja modal, hingga pengembangan proyek yang sedang berjalan maupun yang akan dikembangkan kedepanya.

Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas dan struktur pendanaan grup. Sekaligus memperkuat posisi keuangan dan kapasitas pendanaan kelompok usaha dalam menjalankan bisnis panas bumi dan ketenagalistrikan.

BREN juga menyebut pendanaan itu dapat mendukung optimalisasi pengelolaan arus kas dan kebutuhan modal kerja perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha.

“Dan menciptakan sinergi pendanaan dalam kelompok usaha untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan pencapaian tujuan komersial kelompok usaha secara keseluruhan,” tambah manajemen. 

Skema Pinjaman

Sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman ITU, BREN melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), menggadaikan sejumlah saham perusahaan dalam kelompok usaha dan memberikan jaminan atas rekening cadangan pembayaran utang kepada Bangkok Bank.

Untuk Fasilitas B, SEGHPL menggadaikan tambahan 259.281 saham Star Energy Geothermal Pte. Ltd. (SEGPL).. SEGHPL juga memberikan gadai peringkat kedua atas 279.646 saham SEGPL berdasarkan Akta Gadai Peringkat Kedua atas Saham SEGPL tertanggal 20 Juli 2026.

Sementara untuk Fasilitas A, SEGHPL akan menggadaikan tambahan 2.058 saham Star Energy Geothermal Netherlands B.V. (SEGNBV) berdasarkan akta gadai saham yang tunduk pada hukum Belanda. Untuk Fasilitas B, SEGHPL akan menggadaikan tambahan 4.917 saham SEGNBV.

Selain itu, SEGHPL juga akan menggadaikan 9.000 saham DGA SEG B.V. (DGA) melalui gadai saham peringkat ketiga berdasarkan hukum Belanda. SEGHPL juga akan memberikan gadai saham peringkat ketiga atas 3.025 saham SEGNBV.

BREN melalui SEGHPL juga memberikan jaminan bisnis atas rekening cadangan pembayaran utang (Debt Service Reserve Account) berdasarkan hukum Thailand. Rekening tersebut berupa rekening deposito dalam mata uang dolar AS yang dibuka dan dipelihara atas nama SEGHPL di Bangkok Bank. 

“Yang berdasarkan perjanjian tersebut SEGHPL menyerahkan hasil atau dana yang terdapat dalam rekening cadangan pembayaran utang sebagai jaminan,” tulis manajemen BREN.