Analisis Empat Catatan Positif Manchester United usai Kalahkan Atletico Madrid

Manchester United menunjukkan karakter saat menghadapi ujian berat di laga pramusim. Sempat tertinggal lebih dulu, tim asuhan Michael Carrick mampu membalikkan keadaan dan menundukkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 di Strawberry Arena, Stockholm, Minggu dini hari WIB.
Hasil pramusim memang tidak menentukan perjalanan musim kompetisi. Namun lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan. Karena itu, kemenangan atas Atletico menjadi modal yang cukup menjanjikan bagi Manchester United menjelang bergulirnya musim 2026-2027.
Bryan Mbeumo Mulai Menunjukkan Ketajamannya
Manchester United dikejutkan gol cepat Arnau Ortiz pada lima menit pertama. Atletico Madrid memanfaatkan skema tendangan sudut pendek yang berakhir dengan sepakan Ortiz untuk membawa wakil Spanyol unggul lebih dahulu.
United baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Bryan Mbeumo sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti setelah Shea Lacey dijatuhkan di kotak terlarang.
Penyerang asal Kamerun itu kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-74. Mbeumo memanfaatkan bola liar hasil pantulan di dalam kotak penalti, menahan tekanan kiper lawan, lalu melepaskan penyelesaian tenang ke bagian atas gawang.
Bukan hanya dua gol yang membuat penampilannya menonjol. Sepanjang pertandingan, Mbeumo aktif melepas tembakan, menciptakan peluang, serta beberapa kali mengirim umpan silang berbahaya. Kecepatan dan keberaniannya menghadapi bek Atletico menjadi senjata yang terus merepotkan lini belakang lawan.
BACA JUGA:
Mason Mount Mulai Menemukan Permainan Terbaiknya
Selain Mbeumo, Mason Mount juga tampil impresif.
Gelandang asal Inggris itu menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan. Mount menciptakan tiga peluang, mencatatkan operan terbanyak menuju sepertiga akhir lapangan dengan 13 umpan, serta membukukan empat umpan jauh akurat yang menjadi salah satu catatan terbaik dalam pertandingan.
Ia juga sukses melewati lawan setiap kali mencoba menggiring bola dan turut membantu pertahanan melalui tiga aksi bertahan penting.
Satu-satunya kekurangan hanyalah duel fisik yang belum terlalu dominan. Meski begitu, performa tersebut memberi sinyal bahwa Mount mulai kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya setelah sempat terganggu cedera dan inkonsistensi.
Shea Lacey Semakin Layak Masuk Tim Utama
Nama lain yang kembali mencuri perhatian adalah Shea Lacey.
Pemain berusia 19 tahun itu dipercaya mengisi peran nomor 10 dan tampil percaya diri sepanjang laga. Lacey bekerja keras saat tim kehilangan bola, agresif melakukan tekanan, serta mampu memberi ancaman setiap kali menguasai bola.
Kontribusinya juga terlihat dari momen ketika ia memenangkan penalti yang kemudian dikonversi menjadi gol penyama kedudukan oleh Mbeumo.
Penampilan matang melawan tim dengan karakter permainan keras seperti Atletico Madrid menjadi bukti bahwa lulusan akademi Manchester United tersebut semakin siap bersaing di tim utama musim ini.
Persaingan Skuad Bakal Semakin Ketat
Meski tampil meyakinkan, Manchester United belum turun dengan kekuatan penuh.
Michael Carrick masih melakukan banyak eksperimen dalam susunan pemain dan memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain muda, terutama pada babak kedua.
Beberapa pemain penting belum bisa diturunkan. Benjamin Šeško masih menjalani pemulihan cedera setelah mengakhiri musim lalu dengan performa yang sangat baik. Sementara Matthijs de Ligt, Lisandro Martínez, Kobbie Mainoo, dan rekrutan baru Youri Tielemans juga belum tampil karena masih menjalani proses pemulihan kondisi kebugaran.
Kembalinya para pemain tersebut diperkirakan akan membuat persaingan memperebutkan tempat di tim utama semakin ketat sekaligus menambah kualitas skuad Manchester United menjelang musim baru.
- TAGS
- Manchester United