kingsheadwye.com

Anggota DPD nilai pidato Ketua MPR menyejukkan dan relevan

Yang paling penting bagi saya adalah benang merah pidatonya. Kemajuan Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan

Jakarta (ANTARA) - Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Fahira Idris menilai pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat, membawa pesan yang menyejukkan dan relevan dengan tantangan zaman.

Fahira menggarisbawahi sejumlah isi pidato dan laporan kinerja yang disampaikan oleh Ketua MPR RI, salah satunya terkait hubungan Indonesia dan Palestina.

Menurut Senator dari Daerah Pemilihan Jakarta tersebut, sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah mengalami pahitnya penjajahan.

Baca juga: Sidang Tahunan MPR RI 2026 dinilai lebih resmi dan lebih baik

"Karena itu dukungan kepada rakyat Palestina untuk hidup merdeka, berdaulat, dan bermartabat harus terus menjadi sikap konsisten Indonesia," kata Fahira dalam keterangannya.

Ia mengatakan dirinya sependapat dengan pesan persatuan yang digaungkan Ketua MPR RI dalam pidatonya.

Pesan itu, kata dia, semakin relevan ketika demokrasi Indonesia semakin terbuka dan masyarakat memiliki ruang yang sangat luas untuk berbeda pendapat.

Dia menyebut, perbedaan politik adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai berubah menjadi permusuhan yang merusak persaudaraan kebangsaan.

"Kita boleh keras dalam gagasan, tetapi harus tetap santun dalam penyampaian," ucapnya.

Baca juga: MPR apresiasi Prabowo: Ekonomi karbon harus jadi mesin pertumbuhan

Secara umum, Fahira menilai pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani sangat kuat, menyejukkan, dan relevan dengan tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara mengenai persatuan dan Pancasila, tetapi juga mengingatkan pentingnya demokrasi yang beradab, pemberantasan korupsi, pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi kerakyatan, pengelolaan sumber daya alam, kedaulatan bangsa, hingga perdamaian dunia.

"Yang paling penting bagi saya adalah benang merah pidatonya. Kemajuan Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan," ujarnya.

Dia menambahkan, menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan seperti ini sangat tepat untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa Indonesia adalah rumah bersama.

"Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling meniadakan, tetapi harus menjadi energi untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan semakin kuat," katanya menerangkan.

Baca juga: IPR beri nilai 99,9 untuk pidato kenegaraan Prabowo

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.