ANTARA perkuat peran sebagai "gateway" Indonesia ke Asia dan dunia - ANTARA News Bangka Belitung
Singapura (ANTARA) - Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butar-butar menawarkan gagasan agar kerja sama antarkantor berita di jaringan AsiaNet tidak berhenti pada distribusi informasi, tetapi diperkuat dengan kepercayaan dan pemahaman lokal.
Gagasan itu ia sampaikan dalam AsiaNet Board Meeting di Singapura, Selasa, yang mempertemukan kantor berita nasional dan organisasi media anggota jaringan AsiaNet untuk membahas arah dan model kerja sama menuju 2027.
AsiaNet menyebut jaringannya saat ini didukung 12 kantor berita dan agensi distribusi informasi di kawasan Asia Pasifik, dengan ANTARA mewakili Indonesia.
"Informasi dapat berjalan dengan sendirinya. Kepercayaan tidak," kata Benny.
Menurut dia, perkembangan teknologi, platform digital, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara informasi diproduksi dan didistribusikan.
Informasi kini dapat berpindah dari siaran pers ke ruang redaksi, situs berita, media sosial, mesin pencari, platform video, hingga rangkuman berbasis kecerdasan buatan dalam waktu singkat.
Ia menilai perubahan tersebut membuat kecepatan distribusi tidak lagi menjadi satu-satunya kekuatan kantor berita, sementara kepercayaan dinilainya semakin menentukan di tengah informasi yang melimpah.
Benny menambahkan kemampuan teknologi dalam menerjemahkan dan mendistribusikan informasi dinilai belum dapat menggantikan pemahaman atas konteks sosial suatu negara.
Kantor berita nasional, kata dia, memiliki pengetahuan mengenai bahasa, budaya, karakter media, sensitivitas publik, serta dinamika masyarakat yang tidak mudah ditiru dan diulangi oleh teknologi.
Dalam kaitan itu, ia menyampaikan bahwa ANTARA memandang keanggotaannya di AsiaNet tidak sebatas sebagai pengguna jaringan, melainkan berupaya menjadi gerbang atau gateway yang menghubungkan AsiaNet dengan ekosistem informasi Indonesia.
Ia mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar yang dinamis di Asia Tenggara sehingga memasuki pasar tersebut menurut dia menuntut pemahaman atas ekosistem informasi nasional, tidak cukup dengan menjangkau wilayah geografis.
Benny menyebut jangkauan nasional, kemampuan editorial, pengetahuan lokal, kredibilitas institusional, dan infrastruktur distribusi sebagai modal ANTARA dalam menghubungkan kepentingan global dengan masyarakat Indonesia.
Posisi tersebut, menurut dia, membuka peluang peran dua arah, yakni membantu organisasi internasional memahami dan menjangkau Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan, institusi, dan program pemerintah Indonesia menjangkau pasar Asia dan dunia.
"ANTARA bukan hanya membawa dunia masuk ke Indonesia, tetapi juga membantu Indonesia keluar menuju dunia," ujarnya.
Ia berpandangan perubahan lanskap industri informasi menuntut jaringan seperti AsiaNet mempertimbangkan langkah melampaui model bisnis distribusi siaran pers, seiring otomatisasi penerjemahan, produksi konten, dan distribusi berbasis kecerdasan buatan.
Dalam pandangannya, nilai kantor berita ke depan dapat dikembangkan melalui layanan yang lebih luas, mulai dari produksi dan lokalisasi konten, keterlibatan media, dukungan kegiatan, penguatan digital, pengelolaan reputasi, hingga pengukuran dampak komunikasi.
Benny juga menyampaikan gagasan agar jaringan kantor berita nasional mengembangkan informasi menjadi pengetahuan strategis mengenai berbagai negara di Asia.
Ia menjelaskan setiap anggota AsiaNet berada di dalam ekosistem informasi negaranya masing-masing sehingga memiliki kemampuan membaca perkembangan narasi publik, persoalan masyarakat, tren bisnis, perubahan kebijakan, hingga sentimen yang berkembang.
Apabila kemampuan tersebut dikonsolidasikan, kata dia, jaringan kantor berita berpeluang menghasilkan intelijen pasar Asia (Asian market intelligence). Gagasan tersebut merupakan usulan yang disampaikan ANTARA dalam forum itu.
Terkait kecerdasan buatan, Benny berpendapat teknologi tersebut tidak perlu ditempatkan sebagai ancaman, melainkan sebagai pendukung produksi, penerjemahan, distribusi, pemantauan, dan analisis informasi.
Meski demikian, menurut dia, teknologi belum otomatis memahami mengapa sebuah pesan relevan di Jakarta, tetapi belum tentu berpengaruh sama di Tokyo, Seoul, Delhi, ataupun Hanoi. Pemahaman semacam itu, kata dia, tetap membutuhkan manusia, institusi, dan jaringan lokal yang terpercaya.
"Jika kita dapat melakukannya, AsiaNet tidak hanya akan tetap relevan. AsiaNet dapat menjadi sesuatu yang tidak tergantikan," kata Benny.
AsiaNet memiliki 12 anggota yakni ANTARA (Indonesia), BERNAMA (Malaysia), InfoQuest (Thailand), Kyodo News (Jepang), Medianet (Australia dan Selandia Baru), NCN (Hong Kong), Pakistan Press International (Pakistan), Press Trust of India (India), United News of Bangladesh (Bangladesh), Vietnam News Agency (Vietnam), Xinhua News Agency (China), serta Yonhap News Agency (Korea Selatan).
Pewarta: Rahmat Hidayat
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.