kingsheadwye.com

Apa Itu AI Deepfake? Kenali Cara Kerja dan Bahayanya di Era Digital

Namun, kemampuannya untuk meniru wajah dan suara seseorang juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan penipuan, atau membuat konten tanpa persetujuan.

Lantas, apa itu AI deepfake dan bagaimana cara kerjanya?

Baca Juga: Apa Itu BBM Subsidi dan Siapa yang Berhak Menggunakannya? Ini Penjelasannya


Apa Itu Deepfake?

AI deepfake adalah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat atau memanipulasi konten digital, seperti foto, video, atau suara, sehingga seseorang terlihat atau terdengar melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dilakukan atau diucapkan.

Teknologi ini biasanya memanfaatkan AI generatif dan machine learning untuk mempelajari wajah, suara, ekspresi, atau pola bicara seseorang.

Setelah itu, AI dapat menghasilkan konten baru yang tampak seolah-olah asli.

Contohnya, wajah seseorang bisa dibuat seolah-olah muncul dalam sebuah video, atau suara seseorang dapat ditiru sehingga terdengar seperti sedang mengucapkan kalimat tertentu.

Deepfake tidak selalu digunakan untuk tujuan buruk. Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan dalam hiburan, perfilman, pendidikan, dan pembuatan konten kreatif.

Namun, deepfake juga dapat disalahgunakan untuk membuat informasi palsu, penipuan, penyamaran identitas, manipulasi pernyataan seseorang, hingga konten yang merugikan orang lain.

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika menemukan video, foto, atau rekaman suara yang terlihat sangat meyakinkan.

Baca Juga: Komisi IX DPR Kritisi BGN yang Sebut Guru dan Orang Tua Bikin Gaduh Soal Keracunan MBG: Ini untuk Cari Keadilan

Konten yang tampak nyata belum tentu benar-benar berasal dari orang yang terlihat atau terdengar di dalamnya.


Cara Kerja AI Deepfake

AI deepfake bekerja dengan mempelajari pola dari data digital seseorang, kemudian menggunakan hasil pembelajaran tersebut untuk membuat atau memanipulasi konten baru.

Data yang digunakan bisa berupa foto, video, maupun rekaman suara. Secara sederhana, prosesnya seperti ini:

1. Mengumpulkan data

AI membutuhkan sejumlah foto, video, atau rekaman suara sebagai bahan pembelajaran. Semakin banyak dan beragam data yang tersedia, semakin banyak karakteristik yang dapat dipelajari oleh sistem.

2. Mempelajari karakteristik seseorang

Model AI menganalisis berbagai detail, seperti bentuk wajah, gerakan bibir, ekspresi, suara, intonasi, hingga pola gerakan. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengenali pola khas orang yang menjadi target.