Ara Sebut Kemerdekaan bagi Rakyat Berarti Punya Hunian Layak
AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan, makna kemerdekaan dari sisi perumahan rakyat.
Menurut dia, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga ketika masyarakat terbebas dari persoalan tidak memiliki rumah hingga menempati hunian yang tidak layak.
Maruarar mengatakan pemerintah perlu terus berupaya agar masyarakat dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
Baca Juga: PLBN Skouw Peringati HUT ke-81 RI, Tegaskan Peran Perbatasan sebagai Gerbang Kedaulatan Negara
Ia berharap persoalan kepemilikan rumah dan kualitas tempat tinggal dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Untuk kemerdekaan ini pesannya kita tentu ingin dalam konteks perumahan rakyat kita bisa merdeka dari tidak punya rumah, dari rumah tidak layak huni menjadi memiliki rumah dan menjadi layak huni," kata Maruarar di Wisma Mandiri, Senin (17/8/2026).
Menurut Ara, penyediaan hunian layak merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Kementerian PKP akan terus berupaya membantu masyarakat agar dapat memperoleh tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Maruarar mengatakan keinginan tersebut menjadi bagian dari upaya yang terus dia lakukan selama menjalankan tugas sebagai Menteri PKP.
"Tentu itu adalah doa saya setiap hari dan kita usahakan sekuat-kuatnya," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus digunakan untuk menegaskan kembali fokus pemerintah terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat.
Bagi Kementerian PKP, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan unit rumah baru.
Aspek kelayakan hunian dan keterjangkauan juga menjadi bagian penting agar masyarakat benar-benar memperoleh tempat tinggal yang dapat memenuhi kebutuhan dasar.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kementerian PKP diikuti oleh jajaran kementerian. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dengan Maruarar bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam kesempatan tersebut, pesan Maruarar menempatkan isu perumahan sebagai salah satu bagian dari makna kemerdekaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Targetnya bukan sekadar menambah jumlah rumah, tetapi memastikan masyarakat yang sebelumnya belum memiliki rumah atau masih tinggal di hunian tidak layak dapat memperoleh tempat tinggal yang layak dan terjangkau.