Argentina Pernah Jadi Tempat Sembunyi Tokoh Nazi, Kini Sahabat Israel
Jakarta, CNN Indonesia --
Hubungan antara Israel dan Argentina sedang mesra-mesranya.
Kedua pemimpin negara saling memuji. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Presiden Argentina Javier Milei sekaligus mendukung Lionel Messi dan kawan-kawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menantikan Argentina. Tahukah kenapa?" ujar Netanyahu balik bertanya kepada host Youtube the Mojo Podcast.
"Mereka memiliki presiden hebat (Presiden Argentina Javier Milei). Dia bintang sesungguhnya. Dia melakukan sesuatu yang hebat dalam membangun ekonomi negaranya dengan menerapkan kebebasan ekonomi. Milei merupakan sahabat terbaik Israel," kata Netanyahu.
Hubungan Netanyahu dan Milei sangat dekat secara ideologis. Bahkan, Milei berterus terang, sebagai presiden paling Zionis di dunia.
"Saya sungguh bangga menjadi presiden yang paling Zionis di dunia," kata Javier Milei, dalam pidato di Universitas Yeshiva.
Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan antusias dari hadirin, yang semakin memperkuat hubungan ideologis dan spiritual yang mendalam antara pemimpin Argentina tersebut dengan negara Yahudi.
Pernah jadi tempat persembunyian Nazi
Namun pada tahun 1950-an, Argentina pernah jadi tempat persembunyian sejumlah tokoh Nazi Jerman yang pernah memburu warga Yahudi.
Di bawah rezim Presiden Juan Perón, Argentina menyambut dan melindungi para tokoh Nazi dari penuntutan Sekutu seperti dikutip dari Thought Co.
Para buronan ini bahkan bisa hidup bebas di perkotaan, termasuk nama-nama besar seperti Adolf Eichmann, salah satu arsitek utama Holocaust yang ditangkap oleh intelijen Israel (Mossad) di Buenos Aires pada tahun 1960.
Kemudian Josef Mengele, dokter eksperimen kejam di kamp konsentrasi Auschwitz juga Erich Priebke, mantan kapten SS yang juga hidup tenang di Argentina.
Mengapa mau melindungi tokoh Nazi?
Disebutkan, ada insentif finansial bagi Argentina untuk menerima para petinggi Nazi. Orang-orang Jerman kaya dan pengusaha Argentina keturunan Jerman bersedia membayar jalan bagi para tokoh Nazi yang melarikan diri.
"Para pemimpin Nazi menjarah jutaan dolar dari orang-orang Yahudi yang mereka bunuh dan sebagian dari uang itu ikut bersama mereka ke Argentina. Beberapa perwira dan kolaborator Nazi yang lebih cerdas melihat tanda-tanda bahaya sejak awal tahun 1943 dan mulai menimbun emas, uang, barang berharga, lukisan, dan banyak lagi," tulis laman tersebut.
Hal ini juga diperkuat selama Perang Dunia Kedua, Argentina jelas memihak "Blok Poros" karena hubungan budaya yang erat dengan Jerman, Spanyol, dan Italia. Hal ini tidak mengherankan karena sebagian besar warga Argentina berasal dari keturunan Spanyol, Italia, atau Jerman.
Namun, hubungan Israel dan Argentina mulai rapat ketika Perang Falkland (1982). Meski ada catatan yang dianggap kotor oleh Israel, negeri Tango ini secara diam-diam menjual senjata, termasuk jet tempur Douglas A-4 Skyhawk, yang digunakan Argentina dalam perangnya melawan Inggris.
Sejak saat itu hubungan terus akrab meski ada dinamika pasang surut. Dan puncaknya saat ini, saat Presiden Argentina dari sayap kanan, Javier Milei, mengaku "Presiden paling zionis di dunia".
(imf/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]