kingsheadwye.com

Aron Ashab Ngaku Diculik dan Disiksa 6 Bulan, Kakak Buka Suara: Itu Tempat Rehab!

​Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aron menyebut aksi dugaan penculikan tersebut dibantu oleh oknum yang ia sebut sebagai 'preman.'

Baca Juga: Profil Aron Ashab, Kreator Konten Parodi yang Kembali Disorot Usai Menghilang Setahun

Tak hanya dikurung selama enam bulan, ia juga mengaku mendapat tindakan kekerasan fisik secara fisik maupun mental.

​“Gue dikurung, disiksa, digebukin, dan dipaksa (melakukan) ini itu tanpa berpikir yang dia ‘garap’ itu gue. Elo berurusan sama orang yang salah,” ujar Aron Ashab dikutip dari Instagram, Senin (19/10/2026).

​Pernyataan menohok Aron tersebut langsung memicu reaksi keras dari pihak keluarga. Sang kakak, Gamyla Ashab, memberikan klarifikasi tegas melalui unggahan Insta Story.

Gamyla membantah mentah-mentah tuduhan penculikan yang dilemparkan sang adik dan meluruskan bahwa lokasi yang disebut 'penjara' oleh Aron sebenarnya adalah pusat rehabilitasi.

​Merasa lelah dengan tindakan adiknya, Gamyla bahkan memberikan peringatan terbuka agar Aron menyadari perbuatannya.

​“Kesabaran gue ada batasnya. Jangan sampai rahasia besar lo, gue bongkar! Kalau enggak mau diangkut lagi, bertobat dan berkarya yang benar. Enggak usah drama!!!” kata Gamyla menegaskan.

​Lebih lanjut, Gamyla membeberkan tabiat buruk sang adik yang kerap mengonsumsi minuman beralkohol hingga meresahkan lingkungan sekitar rumah dan pihak keluarga. Menurutnya, ulah Aron sudah sangat mengganggu ketenangan orang tua mereka.

​“Setiap hari mabuk dan pesan minuman sama abang g*jek tapi tak dibayar. Terpaksa keluarga yang bayar,” tutur Gamyla.

Baca Juga: Aron Ashab Positif Covid-19, Jadi Instruktur Senam Wisma Atlet

​Ia mengungkapkan bahwa para pengemudi ojek online kerap kali mendatangi kediaman mereka hanya untuk menagih pembayaran miras yang dipesan oleh Aron.

​“Kebayang enggak capeknya hidup sama monster? Saya sampai tidak bisa pindah rumah karena harus menjaga bapak ibu yang selalu ketakutan sama tingkahnya yang berani dan rusuh saat mabuk,” tambahnya.

​Menanggapi komentar netizen mengenai perubahan sikap adiknya, Gamyla mengiyakan dugaan bahwa Aron mengalami stres berat akibat popularitasnya di panggung hiburan yang kian menurun.

​“Dia sebenarnya tahu kondisi itu, makanya stres sendiri. Dia menjadi geblek dan alkoholik yang rusuh!” jelasnya.

​Imbas dari perilaku destruktif tersebut, peluang Aron untuk kembali berkarier di dunia seni peran dinilai semakin tertutup rapat.

Gamyla menyebut banyak pelaku industri hiburan dan rumah produksi (PH) yang sudah mengetahui rekam jejak buruk sang adik, sehingga enggan melibatkannya dalam proyek film maupun sinetron.

​Langkah keluarga memasukkan Aron ke tempat rehabilitasi merupakan upaya terakhir agar ia bisa berbenah diri. Namun, niat baik tersebut justru direspons negatif oleh Aron yang memilih melarikan diri.

​“Dia malah kabur dan semakin menjadi-jadi. Sini pulang, kami siap ngangkut lo lagi sampai benar-benar bertobat. Kami tunggu!!” pungkas Gamyla.