ASDP Batulicin targetkan pendapatan periode 2026 capai Rp94 Miliar - ANTARA News Kalimantan Selatan
Batulicin (ANTARA) - Manajemen PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus menggenjot penghasilan pada bisnisnya untuk mencapai target Rp94 Miliar di periode 2026.
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin, Ardian di Tanah Bumbu, Kamis, mengatakan pada semester pertama capaian target tercatat 47 persen atau sebesar Rp44 Miliar lebih.
"Kami terus berusaha semaksimal mungkin target tahun ini akan terpenuhi, karena pada akhir tahun diperkirakan ada momen yang dapat mendongkrak pendapatan yakni libur Nataru, Batulicin Festival, Haul Sekumpul, dan momen itu jumlah penumpang akan meningkat sekitar 50 persen dari hari biasa," kata Ardian.
Rata-rata penumpang orang per hari mencapai 1.100 orang, kendaraan roda dua mencapai 970 unit, dan kendaraan roda empat satu sejenisnya mencapai 440 unit yang dilayani oleh lima kapal diantaranya KMP Teluk, KMP Gutila, KMP Kerapu, KMP Kerapu 3 dan KMP Lemuru.
Ardian mengakui, tantangan bisnis pelayaran di Batulicin kedepan semakin berat, sebab beberapa tahun kedepan
pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Batulicin-Tanjung Serdang akan rampung, sehingga berdampak secara signifikan terhadap bisnis ASDP ke depan.
Baca juga: ASDP temporarily stops KMP Bamega trips to Pulau Sebuku
"Artinya, apabila pembangunan jembatan itu rampung dan dapat difungsikan, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sebelumnya mengandalkan kapal fery sebagai transportasi penyeberangan akan beralih menggunakan jalur jembatan," ungkapnya.
Bahkan, pada Mei 2026 jumlah penumpang kapal pada rute itu ada penurunan sekitar lima sampai sepuluh persen dari kondisi normal akibat adanya penutupan salah satu perusahaan tambang batu bara di Pulau Laut Kotabaru.
Dari segi bisnis PT ASDP jauh hari harus dapat mengambil langkah untuk menjaga eksistensi usaha pelayaran ASDP di Tanah Bumbu tetap ada, upaya saat ini yang akan dilakukan yakni menjajaki potensi "Long Distance" atau pelayaran jarak jauh antara Pelabuhan Batulicin-Surabaya.
Pihak manajemen juga mempelajari potensi rute baru yang menghubungkan Stagen Pulau Laut Utara-Tarjun, Sedangkan untuk ketersediaan pelabuhan ASDP akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Dan ASDP menyiapkan kapal dengan status perintis seperti rute pelayaran Pelabuhan Teluk Gosong-Pulau Sebuku yang di layani oleh KMP Bamega.
Stretegi bisnis lain yang dapat dikembangkan yakni menggali potensi pariwisata pelayaran, contohnya kapal asdp akan dijadikan objek wisata air seperti program wisata "susur sungai" yang ada di Kota Banjarmasin.
"Kalau wacana ini matang ASDP tidak menutup kemungkinan akan menggandeng investor untuk mengembangkan wisata ini, kami yang menyiapkan kapal dan tentunya ASDP akan melibatkan beberapa pemangku kepentingan dengan duduk bersama guna membahas langkah selanjutnya lebih jauh," terang Ardian.
Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.