Asian Games: Alwi Farhan Usung Misi 'All Out' Dalam Debutnya di Aichi-Nagoya
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang bakal menjadi panggung debut bagi Alwi Farhan di ajang pesta olahraga terbesar se-Asia itu.
Berbekal modal berharga usai mempersembahkan medali emas untuk tim beregu putra pada SEA Games Thailand 2025 lalu, pebulutangkis berusia 21 tahun itu mengaku makin percaya diri menatap tantangan di depan mata.
"Pastinya kepercayaan diri saya lebih besar. Saya sangat mempersiapkan diri untuk bisa tampil maksimal. Bagaimanapun hasilnya nanti, saya tidak ingin menyesal karena dalam latihan saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya," kata Alwi Farhan.
Mengenai strategi persiapan serta peak performance, Alwi memilih untuk tetap fokus penuh pada setiap agenda terdekat tanpa membeda-bedakan level turnamen.
https://akurat.co/badminton/874131/jepang-terbuka-alwi-farhan-sukses-bungkam-unggulan-prancis-ubed-ditaklukkan-antonsen
"Saya tidak memikirkan peak di mana. Setiap saya tampil, saya membela negara. Jadi setiap turnamen yang ada di depan, saya hadapi dengan all out. Saya selalu berusaha hadir di momen sekarang dan fokus pada apa yang ada di depan saya," tegasnya.
Persiapan PBSI Lebih Matang dan Potensi Sektor Tunggal
Optimisme Alwi Farhan sejalan dengan skema persiapan yang tengah disusun oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa program latihan, periodisasi, hingga pengaturan jadwal kejuaraan atlet menjelang Asian Games 2026 kini dirancang jauh lebih matang dibanding edisi sebelumnya.
Berdasarkan hasil diskusi bersama tim review Kemenpora, PBSI mematok target utama satu medali emas melalui nomor beregu putra. Kendati demikian, Eng Hian menilai sektor lain juga memiliki peluang terbuka untuk memberikan kejutan.
"Sesuai hasil dari diskusi tim review Kemenpora, hasilnya satu medali emas. Peluang utama ada di beregu putra dan ganda putra dari hasil turnamen terakhir, meskipun tidak menutup kemungkinan ada dari sektor lain, seperti tunggal putra," kata Eng Hian.
Kesiapan tim bulutangkis Indonesia juga mendapat apresiasi dari Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu.
Usai meninjau langsung Pelatnas PBSI di Cipayung, Todotua mengagumi kelengkapan sarana pembinaan, mulai dari asrama, pusat kebugaran, hingga fasilitas physio dan sport science.
Todotua optimistis cabang olahraga tepok bulu akan kembali menjadi salah satu lumbung medali utama bagi kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya nanti.
"Dari beberapa cabang olahraga yang sudah saya kunjungi, bulutangkis merupakan salah satu yang memiliki fasilitas paling lengkap. Proses pembinaannya juga berjalan dengan sangat baik. Karena itu, kami memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa bulutangkis dapat memberikan kontribusi medali bagi Tim Indonesia di Asian Games nanti," tutur Todotua.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mendatang, tim bulutangkis Indonesia rencananya bakal menerjunkan kekuatan penuh berjumlah 20 atlet, yang terdiri dari sepuluh pebulutangkis putra dan sepuluh pebulutangkis putri.