kingsheadwye.com

Asing Net Buy Rp1 Triliun, Kompak Borong Saham BMRI-BBNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Kamis (3/9/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tipis. Penguatan indeks turut diiringi derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar saham Tanah Air.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09% ke level 6.667,89, dari penutupan sebelumnya di 6.595,78. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.614,71-6.681,84. Nilai transaksi hari ini cenderung ramai, tercatat sekitar Rp18,64 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 40,79 miliar saham dan frekuensi 2,5 juta kali transaksi.

Nyaris seluruh sektor menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor properti, konsumer primer, dan barang baku, sementara hanya sektor konsumer non primer dan kesehatan yang melemah. Emiten big caps seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat menjadi penopang utama kinerja IHSG hari ini.

Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp1,07 triliun di seluruh pasar (all market) sepanjang perdagangan hari ini. Bahkan pada transaksi pasar reguler, investor asing membukukan net buy yang lebih tinggi, yaitu Rp1,11 triliun.

Perburuan asing paling deras tertuju pada dua bank pelat merah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar, mencapai Rp471,38 miliar, dengan nilai transaksi asing Rp1,04 triliun. Di posisi ketujuh, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut diborong asing senilai Rp87,40 miliar dari total transaksi asing Rp176,42 miliar.

Selain kedua bank BUMN tersebut, investor asing juga tercatat memborong PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan net buy Rp207,10 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar Rp131,92 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp108,95 miliar.

Deretan saham lain yang turut menjadi incaran asing yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) senilai Rp95,05 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp94,04 miliar, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp83,19 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp64,17 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp57,20 miliar.

Derasnya perburuan asing terhadap BMRI dan BBNI ini sejalan dengan momentum penguatan tajam IHSG hari ini, di tengah sentimen positif domestik dari penegasan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti soal prioritas stabilitas ekonomi periode 2026-2031, meski pasar global masih dibayangi eskalasi konflik AS-Iran serta tingginya yield obligasi global.

Berikut daftar 10 besar saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang perdagangan Kamis (3/9/2026), berdasarkan data per pukul 18.00 WIB:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp471,38 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp207,10 miliar
  3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp131,92 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp108,95 miliar
  5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp95,05 miliar
  6. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp94,04 miliar
  7. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp87,40 miliar
  8. PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp83,19 miliar
  9. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp64,17 miliar
  10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp57,20 miliar

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]