Astrid Widayani apresiasi WAMI hadirkan ruang silaturahmi bagi pemusik
Astrid Widayani apresiasi WAMI hadirkan ruang silaturahmi bagi pemusik
Senin, 21 September 2026 19:47 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri SilatuWAMI Roadshow 2026 di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/9/1026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberikan apresiasi kepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) yang menghadirkan ruang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para pelaku musik untuk memahami perkembangan industri musik di era digital.
“Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik dan mengapresiasi WAMI yang telah menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi bagi para pelaku musik. Ini menjadi kesempatan untuk bertemu, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas pengetahuan,” katanya saat menghadiri SilatuWAMI Roadshow 2026 di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin.
Mengangkat tema “Bedah Tuntas Industri Musik Era Digital! Gak Cuma Bikin Lagu, Tapi Paham Cuan & Masa Depan Musik!”, SilatuWAMI membahas sejumlah isu penting, mulai dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), music publisher, hak cipta dan royalti, hingga peluang serta tantangan Music AI.
Menurutnya, forum seperti ini penting untuk mempertemukan pencipta lagu, musisi, komunitas, dan pelaku industri musik agar dapat berbagi pengalaman sekaligus memperluas wawasan.
Ia menekankan karya musik merupakan hasil kreativitas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus hak yang harus dihormati, dilindungi, dan dihargai.
Oleh karena itu, Astrid mendorong para seniman, pencipta lagu, dan musisi memahami hak-haknya, terutama terkait hak cipta, hak terkait, penggunaan karya, serta royalti.
“Jangan sampai para pencipta dan musisi aktif menghasilkan karya, tetapi belum memahami bagaimana karya tersebut digunakan dan bagaimana hak atas karya itu dapat diperoleh serta dilindungi,” ujarnya.
Menurut Astrid, literasi mengenai hak cipta dan royalti dapat mendorong pelaku musik menjadi semakin profesional dan mandiri. Pemahaman tersebut juga penting agar para pencipta dan musisi memiliki posisi yang kuat dalam ekosistem industri musik.
Surakarta, lanjutnya, memiliki ekosistem seni dan musik yang hidup. Para seniman, musisi, pencipta lagu, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif terus menghasilkan karya dan turut menggerakkan kehidupan kreatif di Kota Solo.
“Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, WAMI, komunitas musik, dan seluruh pelaku industri musik perlu terus diperkuat untuk membangun ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
SilatuWAMI Roadshow 2026 menghadirkan Bongky Ismail, Firman Siagian, dan Ajhay Pasma sebagai pembicara. Selain diskusi mengenai LMK, music publisher, dan Music AI, kegiatan juga dimeriahkan penampilan Bintang Jingga, Keroncong Baruna Project, Acoustic Indie, serta tari tradisional.
Astrid berharap SilatuWAMI Roadshow 2026 dapat meningkatkan literasi hak cipta dan royalti sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpelaku musik.
“Semoga para pencipta dan musisi semakin memahami haknya, terus berkarya, dan bersama-sama membangun ekosistem musik yang kreatif, profesional, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.