Astrid Widayani raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Astrid Widayani raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
Jumat, 23 Oktober 2026 21:10 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menerima penghargaan kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan dengan nominasi Inspirator Kepemimpinan dan Kemandirian Perempuan di Era Digital dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menerima penghargaan kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan dengan nominasi Inspirator Kepemimpinan dan Kemandirian Perempuan di Era Digital dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, Jumat.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya melalui kepemimpinan, pemberdayaan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Astrid menyampaikan terima kasih kepada detikJateng-Jogja atas apresiasi yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi sekaligus mendorong semakin banyak perempuan agar berdaya, mandiri, dan berani mengambil peran dalam pembangunan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada detikJateng-Jogja atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dan mendorong semakin banyak perempuan agar berdaya, mandiri, serta berani mengambil peran dalam pembangunan. Namun, di tengah berbagai peran yang dijalankan, perempuan juga perlu tetap bijaksana dalam menentukan prioritas dan menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Astrid.
Ia menambahkan pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kesempatan untuk berkembang di ruang publik, tetapi juga peran penting dalam membangun keluarga yang kuat.
“Bagi saya, ketahanan keluarga dimulai dari rumah. Ibu memiliki peran penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, yang menanamkan nilai, karakter, dan kebijaksanaan sejak dini. Karena itu, pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang bagaimana perempuan berkembang di ruang publik, tetapi juga bagaimana mereka dapat memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro, serta Kapolda Jawa Tengah. Selain agenda penghargaan, acara ini menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah yang membahas penguatan iklim investasi melalui sinergi pemerintah, investor, dan kawasan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Perkembangan investasi menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan sebelumnya, realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 340.334 orang dari 82.420 proyek. Capaian tersebut menunjukkan potensi Jawa Tengah sebagai kawasan pengembangan industri dan investasi.
Dalam forum tersebut, penguatan iklim investasi juga dikaitkan dengan pentingnya stabilitas dan keamanan wilayah. Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah turut menyampaikan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah untuk mendukung kegiatan usaha serta memberikan rasa aman bagi investor yang menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan investor. Iklim investasi yang kondusif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap peran perempuan dalam pembangunan semakin kuat, baik di lingkungan keluarga maupun ruang publik. Kepemimpinan yang adaptif, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.