Asuransi Astra: Digitalisasi Saja Tak Cukup Dongkrak Literasi Asuransi
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Astra Tembus Rp 7 Trilun Sepanjang 2024 (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) menilai, digitalisasi belum cukup untuk meningkatkan literasi asuransi di Indonesia.
Presiden Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus mengatakan, literasi masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri asuransi, di tengah penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif rendah.
Baca Juga: Nominal Simpanan Kecil Melandai Meski Rekening Bertambah, Apa Sebabnya?
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi perasuransian tercatat sebesar 42,84%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian SNLIK 2025 yang berada di level 45,45%.
"Kita tahu bersama ya bahwa tantangan industri asuransi memang penetrasi asuransi yang masih rendah," ujar Maximiliaan dalam konferensi pers Asuransi Astra, Jumat (11/9/2026).
Menurut Maximiliaan, digitalisasi tetap menjadi salah satu sarana penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan asuransi.
Melalui sejumlah aplikasi dan layanan digital, Asuransi Astra berupaya memudahkan masyarakat memahami berbagai produk serta layanan asuransi.
Namun, ia menilai kanal digital tidak dapat menjadi satu-satunya strategi untuk meningkatkan literasi asuransi.
Digitalisasi memang efektif untuk menjangkau generasi muda yang dekat dengan teknologi, tetapi masih ada kelompok masyarakat, termasuk di sejumlah daerah, yang belum sepenuhnya terjangkau layanan digital.
Karena itu, edukasi mengenai asuransi perlu dilakukan melalui kombinasi kanal digital dan tatap muka.
"Sehingga rasanya literasi yang Asuransi Astra dari waktu ke waktu lakukan sejalan dengan OJK, kita lakukan baik secara digital, online maupun secara offline," jelasnya.
Baca Juga: Tumbuh 8,84%, Piutang Pembiayaan Multifinance Syariah Rp 32,06 Triliun per Juli 2026
Maximiliaan berharap upaya tersebut dapat mendorong peningkatan kesadaran finansial masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya perlindungan asuransi.
Menurutnya, peningkatan literasi yang berjalan beriringan dengan inklusi asuransi akan membantu masyarakat tidak hanya mengenal produk asuransi, tetapi juga memahami manfaat perlindungan yang diberikan.
Dengan demikian, pengembangan kanal digital diharapkan tidak hanya mempermudah akses layanan bagi nasabah yang sudah menggunakan asuransi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk dan manfaat asuransi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- PT Asuransi Astra Buana
- Literasi Asuransi