kingsheadwye.com

Asuransi Astra Pangkas Proses Beli Asuransi dari 16 Langkah Jadi 2 Berkat OCR

Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial Siswadi mengatakan digitalisasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya diarahkan untuk memindahkan layanan konvensional ke kanal digital. Teknologi juga digunakan untuk memangkas proses yang sebelumnya membutuhkan banyak input manual.

“Dari 16 step menjadi dua step dengan menggunakan AI dan OCR,” kata Siswadi dalam Media Conference Transformation Beyond The Screen di MGP Space, Sudirman Park, di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Dari 16 Langkah Menjadi 2, Apa yang Berubah?

Masalah utama dalam pembelian asuransi kendaraan secara digital sebenarnya bukan semata-mata jumlah halaman yang harus dibuka konsumen. Salah satu sumber friksi terbesar adalah memasukkan data secara manual.

Dalam proses konvensional, calon nasabah harus membaca dokumen identitas dan kendaraan, kemudian mengetik ulang berbagai informasi yang dibutuhkan sistem. Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga membuka kemungkinan terjadinya kesalahan saat memasukkan data.

Asuransi Astra kemudian memanfaatkan OCR untuk mengubah dokumen fisik atau gambar dokumen menjadi data digital.

Secara sederhana, OCR bekerja seperti seseorang yang membaca KTP atau STNK kemudian mengetikkan seluruh informasi di dalamnya ke komputer. Bedanya, proses tersebut dilakukan oleh sistem secara otomatis.

Pada proses pembelian Garda Oto melalui GardaOto.com, calon nasabah cukup mengunggah dokumen yang dibutuhkan. Sistem kemudian membaca informasi dari dokumen tersebut dan mengisi data yang diperlukan.

KTP digunakan sebagai sumber data identitas. Sementara STNK dapat menjadi sumber informasi kendaraan, termasuk nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin.

Perubahan ini membuat konsumen tidak perlu mengetik ulang informasi yang sebenarnya sudah tersedia dalam dokumen.

Baca Juga: Cermati Protect Komitmen Hadirkan Pembelian Asuransi Mobil dengan Praktis dan Mudah

Baca Juga: OJK Targetkan Seluruh Asuransi Kesehatan Terapkan KAPJ 2026

Bagaimana OCR Membuat Beli Asuransi Lebih Singkat?

KTP Tidak Lagi Harus Diketik Satu per Satu

Identitas konsumen merupakan salah satu bagian yang membutuhkan input pada saat pembelian produk asuransi.

Dengan OCR, informasi yang terdapat dalam KTP dapat diekstraksi oleh sistem. Konsumen cukup mengunggah dokumen sehingga proses pengisian data menjadi lebih sederhana.

Konsep tersebut penting dalam pengalaman pengguna karena dokumen identitas pada dasarnya sudah mengandung informasi yang diperlukan. Meminta konsumen menyalin kembali informasi tersebut berarti menciptakan pekerjaan tambahan yang sebenarnya dapat dilakukan teknologi.

Digitalisasi dalam konteks ini bukan sekadar menyediakan formulir secara online. Nilai tambahnya muncul ketika formulir tersebut tidak lagi sepenuhnya bergantung pada input manusia.

STNK Menjadi Sumber Data Kendaraan

Hal serupa berlaku pada STNK.

Dokumen tersebut memuat sejumlah informasi penting mengenai kendaraan yang diasuransikan. Sistem OCR dapat membaca informasi tersebut dan menggunakannya untuk mengisi data yang diperlukan dalam proses pembelian.

Nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin merupakan contoh informasi kendaraan yang dapat diperoleh dari STNK.

Bagi konsumen, perbedaannya terlihat sederhana: daripada membuka dokumen kemudian mengetikkan informasi satu per satu, dokumen cukup diunggah dan sistem membaca data di dalamnya.

Perubahan kecil pada tahap input tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap pengalaman pembelian ketika dilakukan pada produk yang membutuhkan banyak informasi administratif.

Apakah Beli Asuransi Sekarang Benar-Benar Hanya Dua Langkah?

Angka 16 langkah menjadi 2 langkah perlu dibaca secara tepat.

Penyederhanaan tersebut tidak berarti seluruh proses penerbitan polis, pemeriksaan risiko, pembayaran, underwriting, hingga administrasi setelah pembelian hanya membutuhkan dua tahapan.

Angka tersebut merujuk pada penyederhanaan proses yang dijelaskan Asuransi Astra, khususnya terkait penginputan data dalam perjalanan pembelian asuransi kendaraan.

Artinya, klaim “16 menjadi 2” lebih tepat dipahami sebagai pemangkasan kompleksitas pada tahap yang sebelumnya membutuhkan banyak input, bukan bahwa seluruh siklus pembelian asuransi secara keseluruhan hanya terdiri dari dua aktivitas.

Hal ini penting agar teknologi OCR tidak dipahami sekadar sebagai gimmick digital.

Ukuran keberhasilan digitalisasi seharusnya bukan hanya apakah sebuah layanan sudah tersedia melalui aplikasi atau situs web, melainkan apakah teknologi tersebut benar-benar menghilangkan pekerjaan yang sebelumnya dibebankan kepada pengguna.

Apa Manfaat OCR bagi Nasabah?

Pemanfaatan OCR setidaknya mengubah tiga hal dalam pengalaman pembelian asuransi.

Pertama, mengurangi input manual. Konsumen tidak harus memasukkan data yang sudah tersedia di dokumen.

Kedua, mengurangi potensi kesalahan pengetikan. Semakin banyak kolom yang harus diisi secara manual, semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan input. Otomatisasi dapat membantu mengurangi sumber kesalahan tersebut, meskipun validasi tetap diperlukan.

Ketiga, mengurangi friksi saat membeli produk asuransi secara online.

Aspek ketiga menjadi semakin penting ketika industri asuransi berhadapan dengan konsumen yang terbiasa menyelesaikan transaksi melalui layanan digital. Konsumen tidak hanya membandingkan produk berdasarkan harga atau manfaat, tetapi juga berdasarkan seberapa mudah proses untuk mendapatkannya.

Dengan demikian, persaingan layanan digital di industri asuransi perlahan bergeser dari pertanyaan “apakah bisa dibeli online?” menjadi “seberapa sedikit pekerjaan yang harus dilakukan konsumen?”

GardaOto.com dan myGarda Jadi Bagian dari Ekosistem Digital

Pemangkasan proses tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem digital Asuransi Astra.

Perusahaan memulai transformasi digitalnya sejak 2015 melalui Otocare, kemudian memperluasnya dengan Medcare pada 2016. Dalam perkembangannya, layanan tersebut mendapatkan berbagai fitur digital sebelum kemudian myGarda dikembangkan untuk menggabungkan layanan Asuransi Astra dalam satu aplikasi.

Saat ini, myGarda menyediakan lebih dari 20 layanan dari berbagai produk Asuransi Astra. Layanan tersebut mencakup kebutuhan seperti layanan darurat, pengajuan klaim, survei, hingga pengaturan layanan kesehatan.

Sementara itu, GardaOto.com digunakan untuk menyederhanakan pembelian produk Garda Oto secara digital.

Keduanya kemudian saling terhubung. Konsumen yang membeli Garda Oto melalui GardaOto.com secara otomatis mendapatkan akses ke myGarda.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital Asuransi Astra tidak berhenti pada satu aplikasi. Perusahaan mencoba membangun perjalanan konsumen yang terhubung sejak tahap mencari informasi, membeli produk, hingga menggunakan layanan setelah menjadi nasabah.

Digitalisasi Asuransi Tidak Lagi Sekadar Memindahkan Layanan ke Internet

Perubahan dari 16 langkah menjadi 2 memperlihatkan arah yang lebih luas dalam perkembangan teknologi asuransi.

Pada tahap awal digitalisasi, perusahaan biasanya memindahkan layanan yang sebelumnya tersedia secara offline ke aplikasi atau situs web. Konsumen tetap harus mengisi formulir, memasukkan data, dan menjalani tahapan administratif, hanya saja medianya berubah dari kertas menjadi layar.

Pendekatan berbasis OCR bergerak satu tahap lebih jauh.

Teknologi digunakan untuk mengurangi pekerjaan konsumen, bukan hanya menyediakan tempat baru untuk melakukan pekerjaan yang sama.

Dalam konteks ini, dokumen seperti KTP dan STNK bukan lagi sekadar berkas yang harus dilihat manusia. Dokumen tersebut menjadi sumber data yang dapat diproses sistem.

Perubahan tersebut juga menjelaskan mengapa teknologi seperti OCR menjadi relevan bagi industri dengan proses administratif yang tinggi, termasuk asuransi.

Semakin banyak data yang harus dikumpulkan untuk sebuah transaksi, semakin besar pula peluang teknologi otomasi memberikan dampak terhadap pengalaman pelanggan.

Dari OCR ke Otomatisasi Proses Asuransi

Penggunaan OCR pada tahap pembelian juga menunjukkan bahwa otomatisasi dalam industri asuransi dapat berjalan secara bertahap.

Tahap pertama dapat dimulai dari pengambilan data. Sistem membaca dokumen sehingga konsumen tidak perlu melakukan input berulang.

Tahap berikutnya adalah validasi. Data yang diperoleh sistem perlu diperiksa agar informasi yang digunakan sesuai dengan dokumen dan kebutuhan transaksi.

Setelah itu, teknologi dapat dikembangkan untuk menangani proses yang lebih kompleks, termasuk analisis data dan deteksi pola.

Asuransi Astra sendiri juga tengah mengembangkan pemanfaatan AI untuk mendeteksi indikasi fraud dalam klaim kesehatan. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu memeriksa apakah suatu klaim dengan nominal dan tanggal tertentu pernah diajukan sebelumnya.

Artinya, perjalanan teknologi Asuransi Astra tidak berhenti pada OCR untuk membaca dokumen, tetapi mulai bergerak menuju otomatisasi pada berbagai bagian dalam rantai layanan asuransi.

Namun, otomatisasi tidak berarti seluruh keputusan asuransi akan diambil mesin. Proses yang membutuhkan penilaian, pengecualian, atau pertimbangan kompleks tetap dapat membutuhkan intervensi manusia.

Mengapa Penyederhanaan Proses Penting bagi Industri Asuransi?

Industri asuransi memiliki persoalan yang berbeda dibandingkan banyak layanan digital lainnya.

Produk yang dijual bersifat tidak berwujud dan sering kali memiliki proses administratif yang relatif kompleks. Konsumen juga tidak selalu memahami istilah, manfaat, pengecualian, serta prosedur yang terdapat dalam polis.

Kompleksitas tersebut dapat menjadi hambatan sejak sebelum konsumen menjadi nasabah.

Karena itu, penyederhanaan proses pembelian memiliki arti lebih besar daripada sekadar menghemat beberapa kali klik.

Jika teknologi dapat mengurangi pekerjaan administratif tanpa menghilangkan informasi penting yang perlu dipahami konsumen, pengalaman pembelian dapat menjadi lebih sederhana tanpa membuat proses menjadi serampangan.

Di sisi perusahaan, otomatisasi juga berpotensi membuat sumber daya manusia lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan penilaian dan interaksi, alih-alih pekerjaan administratif berulang.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transformasi digital asuransi bukan sekadar banyaknya aplikasi yang diluncurkan. Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa banyak friksi yang berhasil dihilangkan dari perjalanan konsumen.

Dalam kasus Asuransi Astra, penggunaan OCR pada pembelian Garda Oto memberikan gambaran konkret mengenai perubahan tersebut: data yang sebelumnya harus dimasukkan secara manual dapat diperoleh langsung dari dokumen KTP dan STNK, sehingga proses yang sebelumnya terdiri dari 16 langkah disederhanakan menjadi 2.

Baca Juga: Rincian Klaim dan Premi Asuransi Umum dari Setiap Lini pada Semester I 2026, Apa yang Rasionya Paling Tinggi?

Baca Juga: Klaim Melonjak 23,3 Persen dan Laba Anjlok 32,3 Persen: Industri Asuransi Umum Tertekan

FAQ

Apa itu OCR dalam asuransi?
OCR atau Optical Character Recognition adalah teknologi yang dapat membaca teks dari gambar atau dokumen kemudian mengubahnya menjadi data digital yang dapat diproses sistem.

Bagaimana Asuransi Astra menggunakan OCR?
Asuransi Astra menggunakan OCR dalam proses pembelian asuransi kendaraan melalui GardaOto.com untuk membaca data dari KTP dan STNK sehingga konsumen tidak perlu memasukkan seluruh informasi secara manual.

Benarkah proses beli asuransi dipangkas dari 16 langkah menjadi 2?
Asuransi Astra menyebut proses pembelian kendaraan yang menggunakan AI dan OCR dapat disederhanakan dari 16 langkah menjadi 2. Angka tersebut perlu dipahami sebagai penyederhanaan proses input yang dijelaskan perusahaan, bukan berarti seluruh proses penerbitan polis hanya terdiri dari dua tahap.

Apa data yang dapat dibaca dari STNK?
Dalam penjelasan Asuransi Astra, STNK dapat digunakan untuk memperoleh informasi kendaraan seperti nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin.

Apakah OCR sama dengan AI?
OCR dan AI bukan hal yang sama. OCR merupakan teknologi untuk mengenali teks dari gambar atau dokumen. Dalam implementasi tertentu, OCR dapat menjadi bagian dari sistem yang menggunakan AI, tetapi keduanya tidak identik.

Apa keuntungan OCR bagi pembeli asuransi?
Keuntungan utamanya adalah mengurangi input manual, mempercepat pengisian data, dan mengurangi potensi kesalahan ketika konsumen harus mengetik informasi dari dokumen.

Apakah digitalisasi membuat seluruh proses klaim asuransi otomatis?
Tidak. Otomatisasi dapat menangani proses tertentu, tetapi klaim yang membutuhkan penilaian atau pertimbangan kompleks tetap dapat memerlukan pemeriksaan manusia.