kingsheadwye.com

Awas! Pesta Pasar Kripto Berpotensi Terganggu

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

04 October 2026 09:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto bergerak bervariasi pada perdagangan Minggu (4/10/2026). Bitcoin masih bertahan mendekati US$85.000, tetapi penguatannya mulai terbatas setelah pemulihan tajam sejak pertengahan September.

Berdasarkan tangkapan layar CoinMarketCap, Bitcoin berada di US$84.777,58, naik 0,17% dalam 24 jam terakhir dan 0,61% dalam sepekan. Ethereum menguat 0,57% menjadi US$2.692,70, sementara BNB naik 2,08% ke US$784,72.

Namun, penguatan belum merata. XRP, Hyperliquid, dan Dogecoin masih melemah secara mingguan. Zcash bahkan terkoreksi 20,11% dalam sepekan, menunjukkan tekanan pada sejumlah aset setelah reli sebelumnya.

Perbedaan tersebut mengindikasikan investor mulai lebih selektif. Bitcoin mampu mempertahankan harga, tetapi pemulihannya belum diikuti seluruh pasar sehingga belum cukup untuk menyimpulkan dimulainya reli kripto secara luas.

Data Tenaga Kerja Mengurangi Tekanan The Fed

Sentimen positif datang dari perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat penambahan pekerjaan nonpertanian September hanya 29.000, turun dari 133.000 pada Agustus setelah revisi.

Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah terbatas sebesar 0,1% secara bulanan. Kondisi tersebut memperkuat alasan bagi The Fed untuk menunggu sebelum kembali menaikkan suku bunga.

Menurut laporan Reuters pada Jumat (2/10/2026), peluang suku bunga tetap pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 80%. Namun, peluang kenaikan Desember masih sekitar 86% berdasarkan data LSEG.

Artinya, pasar memperoleh ruang bernapas dalam jangka pendek, tetapi risiko pengetatan belum hilang. Ekspektasi jeda kenaikan bunga juga tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai sinyal pemangkasan.

Bagi Bitcoin, kondisi ini membantu menjaga selera risiko. Namun, keberlanjutan kenaikan tetap membutuhkan permintaan baru, bukan hanya optimisme bahwa The Fed akan menunda langkah berikutnya.

Yield Tinggi dan Arus ETF yang Berfluktuasi

Tekanan masih datang dari pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun tercatat sekitar 5,28% dalam laporan Reuters pada Jumat, setelah sempat turun merespons data pekerjaan.

Tingginya yield meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dan biaya peluang memegang Bitcoin. Kondisi tersebut dapat membatasi reli apabila tidak diimbangi pembelian baru yang kuat.

Sementara itu, data Farside menunjukkan arus ETF Bitcoin spot mulai berfluktuasi. Dana masuk US$66,2 juta pada 29 September, berbalik keluar US$148,7 juta pada 30 September, kemudian kembali masuk US$102,7 juta pada 1 Oktober.

Pola tersebut belum menunjukkan investor meninggalkan Bitcoin secara besar-besaran. Namun, pembelian institusi belum berjalan konsisten. Jika permintaan melemah ketika pemegang lama mengambil keuntungan, Bitcoin dapat terkoreksi meskipun pandangan jangka panjangnya tetap positif.

Outlook: Bullish, Short Taktis Mengincar US$70.000-US$78.000

Pandangan keseluruhan tetap bullish, tetapi Bitcoin berpotensi mengalami koreksi sebelum melanjutkan kenaikan. Pemulihan tajam sebelumnya, penguatan mingguan yang mulai terbatas, dan tekanan yield menjadi alasan untuk mewaspadai aksi ambil untung.

Meski demikian, kondisi tersebut belum memastikan harga mengalami overshoot. Konfirmasi teknikal tetap membutuhkan pembacaan indikator momentum dan volume pada kerangka waktu yang jelas.

Dalam skenario koreksi, area US$85.000-US$88.000 menjadi zona pengamatan untuk short taktis apabila muncul resistence harga dan pelemahan momentum. Sasaran penurunannya berada di rentang US$70.000-US$78.000 dalam beberapa pekan.

US$78.000 menjadi sasaran awal apabila Bitcoin kehilangan area US$82.000 dan US$80.000 secara berkelanjutan. Sementara itu, US$70.000 merupakan skenario koreksi lebih dalam yang membutuhkan tekanan tambahan, seperti arus keluar ETF berulang atau menguatnya ekspektasi kebijakan higher for longer.

Dari area pembukaan US$85.000-US$88.000, sasaran tersebut setara penurunan sekitar 8%-20%. Dengan demikian, tesis ini mengantisipasi koreksi cukup berarti, bukan sekadar fluktuasi kecil.

Short taktis dapat berjalan berdampingan dengan kepemilikan Bitcoin spot untuk jangka panjang. Namun, besarnya kedua posisi menentukan apakah portofolio tetap memiliki eksposur bersih terhadap kenaikan Bitcoin.

Penembusan yang bertahan di atas US$88.000-US$90.000 akan melemahkan tesis short. Harga tidak harus turun hanya karena sebelumnya naik tajam.

Eksposur short dapat dibatasi maksimal setara modal penyangga, tanpa penggandaan posisi. Namun, short tetap menggunakan instrumen yang memiliki ketentuan pendanaan dan risiko tersendiri. Jika sepenuhnya menggunakan spot tanpa pinjaman, pendekatannya adalah menjual sebagian Bitcoin yang dimiliki lalu membeli kembali saat koreksi.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)