Bagaimana Spanyol Paksa Prancis Berbenah
Liputan6.com, Jakarta - Spanyol menjadi lawan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Pertemuan di Dallas ini menghadirkan cerita berbeda karena Les Bleus datang dengan identitas permainan yang telah berubah dibanding dua tahun lalu.
Kekalahan 1-2 dari Spanyol pada semifinal Euro 2024 menjadi titik awal perubahan besar di kubu Prancis. Hasil itu membuka evaluasi menyeluruh terhadap pendekatan taktik Didier Deschamps.
Perjalanan tersebut belum berhenti setelah Prancis kembali kalah 4-5 dari Spanyol pada semifinal UEFA Nations League 2025. Kini, semifinal Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Les Bleus untuk membuktikan hasil proses pembaruan yang telah mereka jalani.
Kekalahan dari Spanyol Jadi Titik Awal Perubahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887504/original/059924300_1720554311-AP24191702720233.jpg)
Perbesar
Pada semifinal Euro 2024, Prancis sempat unggul melalui Randal Kolo Muani. Namun, gol Lamine Yamal dan Dani Olmo membalikkan keadaan sebelum babak pertama berakhir.
Kylian Mbappe mengakui kualitas lawan setelah pertandingan usai. "Mereka bermain dengan baik dan kami tidak cukup bagus. Mereka mengalahkan kami. Mereka lolos ke final dan kami tersingkir. Itulah kenyataan dalam sepak bola. Kami harus bangkit."
Didier Deschamps juga mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut. "Tanggung jawab ada pada saya. Kami mencapai semifinal dan menghadapi Spanyol dengan kualitas seperti ini. Kami harus tampil pada level terbaik, tetapi hari ini kami sedikit berada di bawah standar itu."
Formasi Baru dan Generasi Muda Jadi Andalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
Perbesar
Setelah kegagalan tersebut, Deschamps mulai membangun tim baru. Sejumlah pemain senior perlahan meninggalkan tim nasional, sementara wajah-wajah muda memperoleh peran yang lebih besar.
Prancis juga beralih dari formasi 4-3-3 menuju 4-2-3-1 yang lebih agresif. Michael Olise menjadi salah satu pilar baru bersama Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Mbappe di lini depan.
Perubahan itu mulai terlihat ketika Prancis kembali bertemu Spanyol pada UEFA Nations League 2025. Walau kalah 4-5, Les Bleus mampu mencatatkan 24 tembakan berbanding 16 milik Spanyol dan lebih berani menguasai permainan.
Prancis Kini Lebih Siap Menghadapi Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
Perbesar
Perkembangan Prancis semakin terlihat sepanjang Piala Dunia 2026. Les Bleus hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan terakhir dengan organisasi pertahanan yang jauh lebih solid.
Deschamps menilai proses perkembangan tim berjalan sesuai harapan. "Ada banyak hal positif. Kami menciptakan banyak peluang, bahkan lebih banyak daripada lawan, tetapi mereka jauh lebih efektif. Saya memiliki tim muda, dan pengalaman ini akan sangat berguna."
Selain pertahanan yang semakin kokoh, kontribusi kolektif juga meningkat. Doue, Dembele, Olise, dan Mbappe tampil lebih disiplin dalam menekan lawan serta menjaga keseimbangan permainan.
Semifinal nanti menjadi ujian terbesar bagi hasil pembaruan tersebut. Spanyol tetap datang sebagai salah satu tim paling konsisten, sedangkan Prancis ingin membuktikan bahwa kegagalan pada 2024 dan 2025 telah menjadi bekal berharga untuk mengubah arah persaingan.
Sumber: FIFA
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Piala AFF 2026: Indonesia Buka Grup A vs Kamboja, Rekor Bagus Memihak Sejak 1995