Bahlil Lapor ke Prabowo, PNBP Energi Tembus Rp127,74 Triliun hingga Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:30 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan peningkatan penerimaan negara dari sektor energi serta mineral dan batu bara (minerba) kepada Presiden Prabowo Subianto. Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut mencapai Rp127,74 triliun hingga Oktober 2026.
Baca Juga
Laporan tersebut disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Informasi itu disampaikan melalui keterangan yang diterima pada Jumat, 23 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Realisasi PNBP periode Januari hingga Oktober 2026 tersebut mendekati target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp133,63 triliun.
Baca Juga
Pemerintah juga menargetkan penerimaan dari sektor ini dapat mencapai Rp165 triliun. Tambahan penerimaan tersebut diharapkan dapat memperkuat ruang fiskal negara, termasuk membantu pembiayaan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM itu kita akan mencapai Rp165 triliun Pak Menteri Keuangan. Jadi, surplus sekitar Rp30 triliun, ini untuk PNBP," ujar Bahlil.
Baca Juga
Nilai Ekspor Batu Bara Naik meski Volume Turun
Selain melaporkan penerimaan negara, Bahlil memaparkan perkembangan kinerja ekspor batu bara nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, volume ekspor batu bara Indonesia pada Januari hingga September 2026 turun menjadi sekitar 343 juta ton.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar 374 juta ton.
Namun, penurunan volume ekspor itu tidak diikuti penurunan nilai ekspor. Nilai ekspor batu bara justru meningkat dari sekitar US$21 miliar pada Januari-September 2025 menjadi US$23,71 miliar pada periode yang sama tahun 2026.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa nilai ekspor batu bara meningkat di tengah berkurangnya volume komoditas yang dikirim ke luar negeri.
"Jadi, barang produksi turun pendapatan naik,” kata Bahlil saat menjelaskan perkembangan kinerja ekspor batu bara nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peningkatan nilai ekspor di tengah penurunan volume menjadi salah satu perkembangan yang disoroti pemerintah dalam mengevaluasi kinerja sektor energi dan pertambangan.
Ekspor Nikel Capai US$24,55 Miliar
Halaman Selanjutnya
Kinerja ekspor mineral juga menunjukkan peningkatan, khususnya pada komoditas nikel. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel Indonesia dilaporkan mencapai sekitar US$24,55 miliar.