Bahlil Sebut Harga Gas dari Proyek Masela Masih Negosiasi
AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan harga gas dari Proyek Abadi Masela masih dalam tahap negosiasi.
Bahlil menjelaskan, penetapan harga gas akan bergantung pada mekanisme distribusi yang digunakan, baik melalui jaringan pipa maupun dalam bentuk gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).
"Harga gasnya lagi negosiasi, tergantung ya. Kalau kita pakai pipa, pipanya itu kan 180 kilo," kata Bahlil usai groundbreaking Proyek Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dikutip Jumat (17/7/2026).
Bahlil menambahkan, saat ini pemerintah juga menyiapkan skema pemanfaatan LNG dengan dukungan fasilitas penyimpanan (storage).
Meski harga gas secara keseluruhan masih dibahas, Bahlil menuturkan pemerintah telah mengamankan harga pasokan gas bagi industri pupuk di kisaran USD6-7 per MMBTU.
"Yang jelas, untuk pupuk itu kemarin kita sudah dapat kurang lebih sekitar 6-7 dolar per MMBTU,β tambahnya.
Sementara itu, untuk penjualan LNG, Bahlil mengatakan harga akan mengacu pada formula Indonesian Crude Price (ICP).
Kendati demikian, pemerintah menginginkan agar gas diproses di dalam negeri sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"LNG-nya memang dia akan memakai formulasi ICP, tetapi yang saya pinginkan adalah proses bahan bakunya dari sini sekalipun nilai rendah, tapi multiplier efeknya, nilai tambahnya akan terjadi di sini," tutur Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, menyampaikan 60% produksi gas yang dihasilkan proyek Abadi Masela bakal diserap untuk kebutuhan dalam negeri.
Bahlil mengatakan, Proyek Abadi Masela diperoyeksikan memiliki kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun
Melihat hal tersebut, pemerintah telah menetapkan alokasi produksi gas Masela dengan porsi minimal 60% untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan maksimal 40% dapat diekspor.
"Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60% minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40% maksimal untuk kita melakukan ekspor,β kata Bahlil saat groundbreaking Proyek Masela di Kabupaten Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2025).
Bahlil menjelaskan, pasokan gas untuk pasar domestik akan dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri strategis nasional. Salah satunya akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi pupuk.
Selain itu, pasokan gas juga akan disalurkan kepada PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
βDan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,β tambah Bahlil.