Bandara Internasional Riyadh Diserang Lagi, Puluhan Orang Terluka dan Penerbangan Lumpuh
Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:30 WIB
Riyadh, VIVA – Bandara Intrnasional, King Khalid di Riyadh dilaporkan kembali diserang pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Puluhan orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Baca Juga
Melansir laman BBC Internasional, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengatakan akibat serangan tersebut, operasional bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara. Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi mata yang diwawancarai Reuters, lebih dari selusin ambulans terlihat bergegas menuju bandara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah otoritas setempat melaporkan tiga orang warga Arab Saudi termasuk seorang pilot tewas dalam dua serangan Houthi terhadap bandara tersebut Jumat kemarin. Sebelumnya, tiga orang lainnya tewas dalam serangan Houthi yang menyasar dua bandara di Arab Saudi pada 6 dan 7 Oktober.
Baca Juga
Sementara itu, seorang sumber di rumah sakit setempat mengatakan kepada AFP bahwa puluhan orang terluka dalam serangan pada Sabtu waktu setempat.
"Saya melihat gate 401 terkena serangan. Saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya. Semua orang berlarian," kata seorang saksi mata kepada kantor berita tersebut.
Baca Juga
Ia mengaku berada di dekat gate 401 di terminal domestik saat serangan terjadi.
Seorang sumber medis mengatakan kepada AFP bahwa para dokter telah diminta datang ke rumah sakit untuk menangani situasi tersebut.
"Kami diberi tahu bahwa kami sedang menghadapi situasi darurat serius," kata sumber medis itu kepada AFP.
Dugaan serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kembali pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut negara itu.
Kelompok Houthi menyatakan serangan terhadap Arab Saudi dilakukan sebagai respons atas dukungan Riyadh terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam perang saudara di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konflik semakin memburuk setelah Houthi merebut sejumlah wilayah strategis di pesisir Laut Merah melalui serangan cepat.
Wilayah yang direbut itu termasuk Pelabuhan Mokha, yang berada di Selat Bab al-Mandab. Selat tersebut merupakan bagian tersempit Laut Merah sekaligus jalur pelayaran penting bagi perdagangan global. Pasukan pro-pemerintah Yaman kemudian menyatakan telah mengamankan selat yang terletak di ujung selatan Laut Merah itu.
Halaman Selanjutnya
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dibentuk pada 2015 setelah sejumlah negara Arab bergabung untuk menghentikan upaya Houthi mengambil alih Yaman dari pemerintahan yang diakui secara internasional.