kingsheadwye.com

Banjarmasin jalin kemitraan dengan BBSPJIKB Yogyakarta untuk inovasi Sasirangan - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjalin kemitraan dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta untuk pengembangan inovasi pembuatan kain Sasirangan, khususnya dengan pewarna alami.

Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Lestriani saat di konfirmasi di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, kemitraan yang dilaksanakan dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.

Neli yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, serta Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Fitriah menyampaikan terimakasih atas sambutan langsung Kepala BBSPJIKB Yogyakarta Zya Labiba.

Neli mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan. 

Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 ini.

Dia menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan kain Sasirangan atau kain batik khas Banjar, karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.

"Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya," katanya.

Tapi tentunya, Kota Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri dan sudah mendunia produksi batiknya, hingga wajar digali ilmunya untuk kemajuan batik khas Banjar, Sasirangan.

"Kita ingin Sasirangan bisa mendunia seperti batik khas Yogyakarta ini," ujarnya.
 

Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.