Bantuan Pangan Beras Meluncur Agustus 2026, Bapanas Tunggu Anggaran Cair
Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan pelaksanaan distribusi bantuan pangan beras. Bantuan pangan beras tahap II ini akan bergulir mulai Agustus 2026.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, bantuan pangan beras tahap I cenderung efektif dan sudah menjangkai 99,7 persen penerima. Masih tersisa beberapa daerah yang belum terdistribusi penuh.
"Tahap kedua kita diputuskan akan dilakukan sekaliguskan di bulan Agustus mungkin sampai lewat September karena kondisi geografis," ungkap Ketut, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Dia menjelaskan, bantuan pangan beras akan disebar ke 33,24 juta keluarga penerima. Soal kepastian pelaksanaannya, Ketut masih menungg anggaran dicairkan oleh Kementerian Keuangan.
"Tentunya kami sudah melakukan prosesnya mengajukan anggaran ke kemenkeu, sedang di-review oleh Kementerian Keuangan," kata dia.
Setelah anggaran tersedia, Kepala Bapanas/Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman akan mengerahkan jajarannya untuk memulai penyaluran bantuan pangan tersebut.
"Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan menugaskan. Diputuskan tadi, one-shot di bulan Agustus, kalau perlu lewat sampai September," ujar dia.
Bulog Tunggu Penugasan
Sebelumnya, Perum Bulog memastikan siap menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Juli hingga September 2026. Meski stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,4 juta ton, penyaluran masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah dan kepastian anggaran yang tengah diproses melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, program bantuan pangan akan kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
"Oh ya, bantuan ini berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas," kata Rizal dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Rizal, Bulog telah menyiapkan stok dan jaringan distribusi sehingga penyaluran dapat segera dilakukan setelah penugasan diterbitkan.