kingsheadwye.com

Bappenas sebut PATS Samosir tekan biaya petani hingga nol rupiah

Penghematan biaya solar atau BBM secara langsung akan mengurangi beban operasional petani

Samosir, Sumatera Utara (ANTARA) - Kementerian PPN/Bappenas menyebut penggunaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara dapat menekan biaya operasional irigasi petani hingga nol rupiah.

Sebab, pompa irigasi yang sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil Pertalite digantikan dengan pompa bertenaga surya.

“PATS di Desa Sibonor Ompu Rotus ini akan menjadi contoh bagaimana upaya yang kita lakukan bersama nantinya akan mengurangi emisi 10,18 ton CO2 equivalent per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil. Penghematan biaya solar atau BBM secara langsung akan mengurangi beban operasional petani,” kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo saat peresmian PATS di Sibonor Ompu Ratus, Kabupaten Samosir, Sabtu.

Lenorado menjelaskan PATS Sibonor mengairi 82 hektare (ha) sawah tadah hujan dan memberikan manfaat kepada 749 petani yang selama ini terbatas melakukan penanaman satu kali dalam setahun.

Ketersediaan air yang lebih andal diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus frekuensi tanam petani.

"Harapannya kepada masyarakat dengan adanya pompa air tenaga surya ini dapat meningkatkan produktivitas dari yang biasanya hanya satu kali produksi bisa menjadi dua sampai dengan tiga kali. Dan tentu saja kami berharap dengan adanya ini dapat membawa dampak dalam meningkatkan kesejahteraan para petani," jelasnya.

Sistem PATS memasok air irigasi dari Danau Toba dengan debit sekitar 1.900 meter kubik per hari.

Ketersediaan air itu diharapkan dapat mengatasi persoalan gagal panen yang selama ini dihadapi petani akibat distribusi air Danau Toba yang tidak merata serta karakteristik tanah pasir berlempung.

Bappenas sendiri menargetkan produksi padi di kawasan tersebut bisa meningkat tiga kali lipat dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun seiring dengan meningkatnya ketersediaan air untuk irigasi.

Proyek dengan nilai pembiayaan Rp5,7 miliar itu merupakan proyek percontohan (pilot project) inovasi teknologi rendah karbon dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) fase II.

Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PPN/Bappenas mengoordinasikan program dan integrasi perencanaan pusat dan daerah.

Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menyediakan pendanaan hibah dengan pengelolaan lembaga konsultan Oxofrd Policy Management Limited (OPML).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berperan mengusulkan lokasi dan mengawal program, sedangkan Pemerintah Kabupaten Samosir dan Desa Sibonor berkomitmen mengoperasikan sistem serta menjaga konservasi lahan di wilayah hulu.

Baca juga: Pemerintah bangun PATS baru di Samosir menambah pendapatan Rp2 miliar

Baca juga: Pemerintah meresmikan PATS Samosir guna irigasi 82 hektare sawah

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.