Basarnas distribusikan logistik melalui udara H+9 pascagempa NTT
Basarnas distribusikan logistik melalui udara H+9 pascagempa NTT
Minggu, 23 Agustus 2026 15:13 WIB
Personel Basarnas menggendong dan menaikkan seorang korban gempa yang mengalami luka berat ke helikopter untuk dievakuasi dari pengungsian di Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur ke Rumah Sakit Umum Daerah Pratama Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026) ANTARA/HO-Basarnas.
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan mitra terus mengintensifkan penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur, salah satunya dengan mempercepat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara dengan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.
"Hari ini pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur," kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Jakarta, Minggu.
Bantuan tersebut diterima oleh personel Basarnas bersama Potensi SAR untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Yudhi mengatakan, Basarnas telah mendistribusikan logistik bantuan dari Kepresidenan serta bantuan dari Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain mendukung distribusi bantuan, Helikopter Dauphin Basarnas yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, juga mengangkut personel untuk memperkuat dan melakukan pergantian tim yang bertugas dalam Operasi SAR di Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur Potensi SAR terus memastikan dukungan operasional dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas akibat dampak gempa.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MBKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat NTT terdampak gempa dengan mengerahkan jajaran terkait untuk menangani kondisi di lapangan.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8).
Presiden juga menginstruksikan kerja sama lintas sektor untuk memastikan penanganan pascagempa berlangsung cepat dan tepat sasaran serta meminta jajaran terkait melihat langsung kondisi di lokasi bencana.
Presiden menyampaikan simpati dan doa bagi masyarakat terdampak serta menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat.
"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujarnya.
Hingga Sabtu (22/8), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang terjadi di bagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 150.576 orang.
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026