Basarnas kerahkan 65 penyelam gabungan hari ke-14 operasi SAR KM Virgo
Banjarmasin (ANTARA) - Basarnas mengerahkan 65 penyelam gabungan untuk melanjutkan pencarian dan pertolongan (SAR) hari ke-14 terhadap 83 lagi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan penyelam gabungan berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan potensi SAR lainnya.
“Dari kemarin ada penambahan personel penyelam dari TNI Angkatan Laut sebanyak 19 orang. Jadi total penyelam yang sekarang ada itu mencapai 65 penyelam,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-13 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat malam.
Ia menyebut 65 penyelam tersebut dibagi ke dalam beberapa sortie secara bergiliran untuk pencarian di dalam bangkai kapal gang tenggelam di dasar laut dengan metode yang hampir sama dari hari ini.
Baca juga: DVI Polda Kalsel identifikasi lima korban Kapal Virgo malam ini
“Metodenya hampir sama. Kita akan melaksanakan penyelaman, menyisir daerah-daerah atau area-area bagian kapal yang memang aman untuk penyelam,” ujarnya.
Dia mengatakan penyelaman pada area yang berisiko tidak akan dilaksanakan karena membahayakan, terlebih penyelam tidak dapat memasuki seluruh ruangan kapal karena kondisi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam masih miring.
“Tindakan pada area yang memiliki stabilitas rendah dapat berpengaruh terhadap kondisi kapal dan membahayakan penyelam yang melakukan pencarian di dalam bangkai kapal,” ujar Putu Sudayana.
Hingga hari ke-13 operasi SAR, Jumat, pukul 22.00 Wita Basarnas mengonfirmasi sebanyak 160 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia, sementara 83 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Baca juga: Basarnas: Kondisi jasad korban KM Virgo secara anatomis masih utuh
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.