kingsheadwye.com

Batam Didorong Jadi KEK UMKM Tujuan Ekspor |Republika Online

Gagasan tersebut disampaikan Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, Billy Mambrasar, dalam kegiatan yang dihadiri Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta perwakilan pelaku UMKM.

Baca Juga

  • Saat UMKM, Modal dan Teknologi Bergerak Bersama
  • TP PKK Jayawijaya Perkuat UMKM Mandiri Lewat Bantuan Sarana Prasarana
  • Dari Banyumas ke Pasar Dunia, UMKM Raup Potensi Ekspor Rp460 Juta

Billy menilai besarnya investasi asing yang masuk ke Batam perlu diikuti dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Salah satu caranya dengan menyediakan kawasan khusus bagi UMKM yang dilengkapi kemudahan untuk menjalankan kegiatan usaha dan perdagangan lintas negara.

"Ingat bahwa UMKM adalah dari dan oleh masyarakat. Jadi saya meminta Pemerintah Provinsi, BP Batam dan Pemerintah Pusat, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Perdagangan untuk mengakomodir para pelaku UMKM dalam satu Kawasan khusus dengan tujuan menyiapkan mereka menjadi eksportir, dengan segala kemudahan yang ada," kata Billy dalam keterangannya pada Rabu (26/8/2026).

Menurut Billy, struktur ekonomi Batam saat ini masih banyak ditopang investasi dan ekspor, sementara konsumsi rumah tangga berada di kisaran 20-30 persen dari produk domestik regional bruto (PDRB). Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan perlunya memperkuat perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

"Salah satu pendorong konsumsi rumah tangga terbesar adalan aktifitas UMKM yang pelaku utamanya adalah masyarakat," ujar Billy.

UMKM juga memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja, baik formal maupun informal. Karena itu, penguatan UMKM dinilai berpotensi memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Billy mengatakan keberadaan KEK khusus UMKM dapat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mampu menjadi eksportir. Dengan demikian, aktivitas ekonomi Batam diharapkan tidak hanya bergantung pada investasi dan sektor manufaktur.

Selain perdagangan, kawasan tersebut juga dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan pariwisata, terutama kuliner dan hospitality, sehingga menciptakan sumber aktivitas ekonomi lain bagi pelaku UMKM.

"KEK UMKM ini bisa jadi pusat kunjungan wisatawan asing, untuk wisata kuliner dan hospitality, asalkan kita kelola dengan sangat professional dan berkelas dunia," ujar Billy.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, menyambut gagasan tersebut. Menurut dia, pemerintah daerah selama ini masih mencari formulasi untuk memperkuat perkembangan UMKM di Kepri dan Batam.

"Selama ini kita mencoba mencari formulasi terbaik untuk mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Kepri dan Kota Batam, dan menurut saya, ini dapat menjadi gagasan terbaik untuk menjawabnya," ujar Riki.

Data BPS mencatat terdapat lebih dari 75 ribu UMKM di Kota Batam dan sekitar 102 ribu usaha mikro. Sektor tersebut diperkirakan menyerap hingga 156 ribu tenaga kerja dengan perputaran uang yang ditaksir mencapai Rp9,1 triliun per tahun.

Jika direalisasikan, KEK khusus UMKM akan membutuhkan pengaturan lebih lanjut, terutama terkait fasilitas perdagangan, akses pembiayaan, standardisasi produk, logistik, hingga pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan pasar ekspor.