kingsheadwye.com

BBWS NT II mengoptimalkan distribusi air bersih antisipasi El Nino

BBWS NT II mengoptimalkan distribusi air bersih antisipasi El Nino

Minggu, 19 Juli 2026 04:51 WIB

Image Print

Kepala BWS NT II Ferngky Welkis (kesebelas kanan) berpose dengan sejumlah stafnya dengan latar belakang rumah pompa Sumur Bor JIAT di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II mengatakan untuk mengantisipasi kekeringan dampak dari El Nino yang sudah diprediksi oleh BMKG pihaknya mengoptimalkan distribusi air bersih dari 14 bendungan yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sebagai mana yang selalu diingatkan oleh BMKG, kita dari Balai Besar Wilayah Sungai NT II melakukan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan memantau tinggi muka air yang ada di 14 bendungan agar bisa kita operasikan dalam kondisi tertentu dalam membantu masyarakat terutama kebutuhan air minum,” kata Kepala BBWS NT II Frengky Welkis di Kupang, Sabtu.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan upaya dari BBWS NT II untuk mengantisipasi kekeringan di NTT akibat adanya El Nino Godzilla yang sudah diprediksi oleh BMKG.

Sejumlah daerah yang BMKG nilai terntan terdampak El Niño salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur. Kondisi itu, lanjutnya, dapat mengancam sektor pertanian yang mengandalkan tadah hujan.

Frengky mengatakan dengan 14 bendungan itu, pihaknya melakukan penyesuaian dari fluktuasi dari muka air yang ada, mengingat sumber air permukaannya sangat kecil, sehingga bendungan hanya memanfaatkan air permukaan saat musim hujan.

“Jadi saat. itu kita tampung dan kita manfaatkan saat musim kemarau seperti saat ini,” ujar dia.

Namun walaupun demikian, aliran air permukaan di NTT masih sangat kecil, karena itu BBWS manfaatkan air yang ada melalui perhitungan-perhitungan yang maksimal.

Sehingga menurut dia, masyarakat perlu juga memanfaatkan air yang ada secara optimal dengan tidak boros pemakaian, di musim-musim seperti saat ini.

Selain mengoptimalkan 14 bedungan di NTT, BBWS NT II juga ujar Frengky, dari Direktorat Sumber Daya Air, melalui Direktorat Air Tanah dan Air Baku mengalokasikan anggaran untuk membangun empat titik sumur bor yang sudah diprogramkan.

“Nah kalau kita lihat jumlahnya masih jauh dari apa yang kita harapkan, karena sebaran wilayah NTT. yang cukup luas,” ujar dia.

Karena itu selain mengandalkan bendungan, pihaknya juga mengantisipasi kekeringan di setiap daerah dengan program sumur bor Jaringan Irigassi Air Tanah (JIAT).

Dia berharap agar pemerintah daerah bisa mulai mengajukan usulan daerah-daerah di setiap kabupaten yang kesulitan air bersih, sehingga bisa mendapatkan bantuan sumur bor tersebut.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.