kingsheadwye.com

Benarkah kalori nasi merah lebih rendah dari nasi putih? Ini faktanya

Jakarta (ANTARA) - Anggapan bahwa nasi merah memiliki kalori lebih rendah dibandingkan nasi putih masih sering muncul, terutama di kalangan masyarakat yang sedang menjalani program diet. Namun, perbedaan kalori kedua jenis nasi tersebut ternyata tidak terlalu jauh, sementara kandungan nutrisinya memiliki perbedaan cukup signifikan.

Beras merah dan beras putih berasal dari jenis tanaman yang sama, tetapi melalui proses pengolahan berbeda. Beras merah masih mempertahankan lapisan bekatul dan bagian lembaga biji sehingga termasuk biji-bijian utuh (whole grain). Sementara itu, beras putih telah mengalami proses penggilingan yang menghilangkan sebagian lapisan luar beras.

Apakah kalori nasi merah lebih rendah?

Faktanya, kalori nasi merah tidak selalu lebih rendah dibandingkan nasi putih. Perbedaan jumlah kalorinya relatif kecil dan bergantung pada jenis beras serta ukuran porsi yang dikonsumsi.

Data nutrisi menunjukkan bahwa satu cangkir nasi merah matang mengandung sekitar 218 kalori, sedangkan satu cangkir nasi putih matang mengandung sekitar 242 kalori. Perbedaan tersebut hanya sekitar 24 kalori.

Sementara itu, jumlah kalori nasi merah dan nasi putih per porsi dapat berbeda tergantung jenis beras, cara memasak, dan kandungan air dalam nasi. Karena itu, faktor utama dalam pengaturan berat badan bukan hanya jenis nasi, tetapi juga jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.

Baca juga: Daftar makanan sahur agar tak mudah marah saat puasa

Baca juga: Lebih baik nasi putih atau nasi merah untuk sahur?

Mengapa nasi merah sering dianggap lebih sehat?

Meski tidak memiliki perbedaan kalori yang besar, nasi merah dianggap lebih unggul dari sisi kandungan nutrisi. Hal ini karena beras merah masih mempertahankan lapisan bekatul yang kaya serat, vitamin, dan mineral.

Beras merah mengandung lebih banyak serat, magnesium, kalium, zat besi, serta beberapa jenis vitamin B dibandingkan beras putih. Kandungan serat yang lebih tinggi membuat nasi merah dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga sering dipilih dalam pola makan untuk mengontrol berat badan.

Selain itu, nasi merah memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah dibandingkan nasi putih. Artinya, kenaikan kadar gula darah setelah makan dapat berlangsung lebih lambat, meski tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsi, terutama bagi penderita diabetes.

Apakah nasi merah lebih baik untuk diet?

Nasi merah sering menjadi pilihan bagi orang yang sedang menjalani diet karena kandungan seratnya lebih tinggi. Serat membantu memperpanjang rasa kenyang sehingga dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebihan.

Namun, mengganti nasi putih dengan nasi merah saja tidak otomatis membuat berat badan turun. Penurunan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan kalori, aktivitas fisik, kualitas makanan pendamping, serta pola hidup secara keseluruhan.

Ahli kesehatan menilai bahwa baik nasi merah maupun nasi putih tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.

Mana yang lebih baik, nasi merah atau nasi putih?

Pilihan antara nasi merah dan nasi putih dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.

Nasi merah dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan lebih banyak serat, ingin menjaga rasa kenyang lebih lama, atau sedang mengatur pola makan. Sementara itu, nasi putih tetap memiliki manfaat sebagai sumber energi dan lebih mudah dicerna oleh sebagian orang.

Konsumsi nasi apa pun sebaiknya tetap dilengkapi dengan lauk berprotein, sayuran, dan sumber lemak sehat agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Dengan demikian, anggapan bahwa nasi merah jauh lebih rendah kalori dibandingkan nasi putih tidak sepenuhnya benar. Keunggulan utama nasi merah bukan pada jumlah kalorinya, melainkan pada kandungan serat dan nutrisi yang lebih tinggi.

Baca juga: Kandungan gizi dalam nasi merah yang bermanfaat bagi tubuh

Baca juga: Tips menanak beras merah agar menjadi pulen

Baca juga: Inspirasi menu sahur dan berbuka puasa di pertengahan Ramadhan

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.