kingsheadwye.com

Beruntungnya 3 Pendaki Ini, Hilang di Pegunungan Argopuro-Ditemukan Tim SAR

Bondowoso -

Tiga pendaki dilaporkan hilang saat mendaki pegunungan Argopuro. Beruntungnya, ketiga pendaki itu berhasil ditemukan oleh tim SAR.

Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan, tiga pendaki yang hilang di Pegunungan Argopuro sisi Bondowoso (timur) akhirnya ditemukan.

Survivor ditemukan selamat, meski mengalami cedera. Saat ditemukan ketiga pendaki tersebut dalam kondisi berkumpul satu sama lain. Ketiganya ditemukan dalam kondisi kelelahan dan kelaparan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Hilangnya Tiga Pendaki

Awalnya, tiga orang pendaki asal Bali dan Solo itu dikabarkan hilang di Pegunungan Argopuro sisi timur (Bondowoso) pada Selasa (18/8).

Menurut Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, awalnya ada 4 orang yang mendaki. Namun karena salah satu dari mereka ada yang cedera, akhirnya turun ke base camp.

"Keempat pendaki naik hari Senin (17/8) sekitar pukul 22.00. Tujuannya ke Pegunungan Argopuro," ujarnya.

Namun, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 13.00 salah seorang pendaki, Dafa (17) warga Desa Sumber Pandan Grujukan Bondowoso turun karena cedera.

"Si Dafa ini sempat mengajak turun. Namun mereka tetap bersikukuh melanjutkan perjalanan," imbuh Aryo Dwi Wibowo.

Ketiga pendaki yang hilang itu diketahui bernama Steven (23) dan Adi (22) asal Bali, dan Eza (21) asal Solo, Jawa Tengah. Mereka mendaki dengan tujuan Gunung Kerincing yang ada di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Iyang.

SM Iyang atau Pegunungan Argopuro terletak di perbatasan 4 kabupaten yakni Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Jember. Proses pencarian oleh tim SAR dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Ketiga pendaki itu ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 19.00 WIB. Ketiganya lantas segera dievakuasi ke posko pencarian oleh tim SAR yang terdiri Polri/TNI, BPBD, relawan, serta segenap potensi SAR lainnya.

"Alhamdulillah, ketiga survivor ditemukan selamat," jelas AKBP Aryo Dwi Wibowo saat ditemui jurnalis di base camp pencarian, Kamis (20/8) dini hari.

Proses dari pendaki dievakuasi ke base camp atau posko pencarian baru selesai sekitar pukul 23.30 malam. Artinya memakan waktu sekitar 11,5 jam.

Selain medan yang sulit juga lantaran malam hari, sehingga proses pergerakan terhambat karena daya pandang tim dan survivor sangat terbatas.

AKBP Aryo Dwi Wibowo menambahkan ada sedikit ralat tentang asal usul ketiga pendaki yang berhasil ditemukan tersebut.

"Ada sedikit ralat. Tadi awal memang sempat disebut ketiga survivor berasal dari Bali dan Solo. Setelah kami interview, korban berasal dari Bali, Magelang, dan Botolinggo," tandas Aryo Dwi Wibowo.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

(wsw/wsw)