BGN Habiskan Anggaran Rp243 M untuk Pengadaan Motor Listrik: Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejagung
Jumat, 17 Juli 2026 - 18:02 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan pengadaan motor listrik belum masuk sebagai aset peralatan dan mesin definitif. Hal itu karena proses penyidikannya masih berlangsung di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Baca Juga
"Uang muka belanja di tahun 2025 itu adalah uang muka pembayaran motor listrik, yang kemudian jadi ramai. Uang muka dibayar tahun 2025, pembayaran terakhirnya di tahun 2026 Rp243,9 miliar. Tahun 2026 ini sudah dilunasi, tetapi belum dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif karena masih dalam proses penyidikan Kejagung," kata Agustina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Jumat 17 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Agustina menjelaskan pelunasan pengadaan motor listrik dilakukan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Skema tersebut digunakan untuk mengamankan dana APBN pada akhir tahun terhadap pekerjaan kontraktual yang belum selesai.
Baca Juga
Ia menambahkan BGN masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai Rp743 miliar.
"Rekening penampungan akhir tahun ada mekanisme RPATA, penyelesaian pembayaran tahun 2025 tetapi bisa diselesaikan. Waktu itu dipakai untuk melunasi motor, Internet of Things (IoT), dan beberapa proses pengadaan, termasuk ada koreksi dari rencana motor yang semula 25 ribu menjadi 21 ribu," ujarnya.
Baca Juga
Dalam rapat yang membahas realisasi anggaran tersebut, Agustina juga mengungkapkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia baru mencapai sekitar 59 persen dari target.
Menurutnya, dukungan manajemen, termasuk Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), juga belum terealisasi secara penuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ada yang tidak tercapai dari sisi kinerja, alokasi anggaran Rp18,7 triliun itu realisasi anggarannya Rp11 triliun sekian. Capaian kami hanya 59 persen, artinya secara kinerja belum memenuhi target. Selain itu dari dukungan manajemen SPPI, anggaran dan realisasinya tidak 100 persen," ucapnya.
Secara keseluruhan, Agustina menyampaikan realisasi belanja BGN sepanjang 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau 60,49 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp85,2 triliun.
Motor Listrik Lebih Hemat, Tapi Mengapa Penjualannya Masih Lambat?
Motor listrik digadang-gadang menjadi solusi yang lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin. Biaya energi yang lebih rendah hingga perawatan jadi andalan.
VIVA.co.id
17 Juli 2026