kingsheadwye.com

BI: Konektivitas EKD antarnegara naikkan spending wisman

Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital (EKD) antarnegara akan mendorong peningkatan produktivitas ekonomi, salah satunya melalui kemudahan transaksi bagi wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia.

Menurut Aida, konektivitas EKD antarnegara menjadi penting di tengah berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan hingga percepatan digitalisasi yang juga diikuti kebutuhan memperkuat keamanan siber.

"Kalau kita bicara antarnegara, maka kita harus bisa melihat bagaimana mengoptimalkan yang kita sebut dengan mobilitas. Mobilitas antara orang, barang, dan jasa," kata Aida dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu.

Dalam konteks Indonesia, Aida melihat sektor pariwisata menjadi salah satu ruang yang dapat dioptimalkan melalui konektivitas ekonomi dan keuangan digital. Hal ini sejalan dengan kekayaan alam, budaya, dan destinasi wisata Indonesia yang menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.

Dia mencatat perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif. Namun, di sisi lain, rata-rata pengeluaran atau spending wisman justru mengalami penurunan.

"Kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis itu mengalami penurunan. Pernah hampir 1.400 dolar AS per orang, sekarang di bawah 1.300 dolar AS," ujarnya.

Karena itu, menurut Aida, kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mendorong wisman meningkatkan pengeluaran selama berada di Indonesia.

Dia menilai pola transaksi masyarakat yang semakin bergeser ke pembayaran digital dapat menjadi gambaran bagaimana kemudahan pembayaran dapat mendorong aktivitas konsumsi. Kemudahan tersebut memungkinkan wisatawan melakukan transaksi secara spontan di berbagai titik, termasuk ketika membeli makanan atau minuman dari pelaku usaha lokal.

"Artinya adalah kemudahan bertransaksi. Dan itu yang harus kita lakukan, semuanya, bagaimana mempermudah si wisman ini untuk datang ke kita, kemudian bisa spending, melakukan pembelian-pembelian, sehingga spending-nya akan mengalami peningkatan," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia bersama kementerian/lembaga dan asosiasi terus memperluas implementasi QRIS antarnegara. Saat ini, konektivitas QRIS antarnegara telah tersedia dengan enam negara.

Meski demikian, Aida menilai ruang pengembangannya masih besar. Sebab, wisatawan dari enam negara yang telah terhubung dengan QRIS antarnegara baru mencakup sekitar 40 persen dari total wisman yang datang ke Indonesia.

"Jadi kita masih harus men-tapping 60 persen lagi dari si wisman tadi, supaya tambah banyak yang datang, spending-nya juga menjadi tambah banyak," pungkasnya.

Baca juga: BPS catat pengeluaran wisman triwulan II-2026 mencapai 1.285 dolar AS

Baca juga: Kunjungan wisman capai 11 juta orang, rata-rata pengeluaran Rp21 juta

Baca juga: Gubernur BI: Volume transaksi pembayaran digital tumbuh 40,36 persen

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.